Parangtritis Sepi, Warung Penuh Makanan Ditinggal Kabur Pemilik
Minggu, 28 Mei 2006 08:45 WIB
Bantul - Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul yang sangat dekat dengan pusat gempa, tampak sunyi senyap sehari setelah diguncang gempa, Minggu (28/5/2006) pukul 08.00 WIB. Tidak ada pengunjung satu pun. Padahal pantai ini biasanya selalu riuh di pagi hari, saat sang surya menampakkan semburat merahnya.Meski sepi, aktivitas sejatinya sudah mulai berdenyut. Beberapa toko cinderamata di parking area mulai buka. Dari puluhan los di kawasan wisata favorit itu, hanya ada 3 los yang roboh. "Yang paling rusak rumah makan/penginapan Laras milik Pak Pujihartono," kata Suwarno, pemilik rumah makan/penginapan Sabar Menanti. Sabar Menanti terletak 100 meter dari bibir pantai.Waktu gempa datang, Suwarno langsung melarikan istri dan seorang anaknya ke arah Gunung Kidul yang lebih tinggi. Hingga kini keluarganya masih mengungsi.Yang menarik adalah gubug-gubug penjual makanan yang ada di bibir pantai. Semua gubug itu ditinggal lari pemiliknya dalam keadaan masih utuh. Di gubug yang menjual nasi pecel, tampak nasi, sayur mayur, sambal, krupuk, masih teronggok tak tersentuh. Piring-piring, gelas, air minum, juga ditinggalkan begitu saja. Tampaknya keselamatan jiwa adalah segalanya, barang dagangan tidak perlu direken.Di gubug penjual mi ayam, soto, gado-gado, nasibnya setali tiga uang. Masih utuh tuh. Hingga kini juga belum ditengok oleh pemiliknya. Cuaca saat ini berawan.
(nrl/)











































