Cerita Korban Gempa:
Naik Sepeda, Terlempar 5 Meter
Minggu, 28 Mei 2006 08:45 WIB
Bantul - Para korban gempa Yogya sudah mulai bercerita, sehari setelah berlalunya musibah dahsyat itu. Mereka mulai mengenang detik-detik saat gempa 5,9 SR menghantam."Saking kuatnya gempa, kita kayak di-kopyok (dikocok). Mau lari saja saya nggak bisa," cerita Lasiman, warga Karanggayam, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, pada detikcom, Minggu (28/5/2006) pukul 07.30 WIB.Piyungan adalah salah satu kawasan bencana paling parah di Bantul. Dari 150 rumah di kampung Karanggayam, hampir seluruhnya hancur.Lasiman menceritakan, meski dia gagal lari, namun dia berusaha keras menyelamatkan istrinya. Alhasil, dia pun terlempar. Dia lalu tertimpa reruntuhan rumahnya sendiri. Istrinya berhasil menyelamatkan diri di sebuah pekarangan yang ada di utara rumahnya.Warga Karanggayam lainnya, Sihana, menceritakan bahwa tetangganya berusaha menyelamatkan diri dengan naik sepeda. "Tapi sepedanya malah terlempar 5 meter," kata perempuan ini."Suara gempa kayak gemuruh, tanah bergerak-gerak terus," kenangnya.Setelah musibah itu, warga Karanggayam mengungsi di pekarangan kosong dengan tenda plastik seadanya. Mereka terpaksa kedinginan saat hujan lebat turun Sabtu sore hingga malam hari. Saat ini tanah masih becek. Cuaca mendung. Sejumlah warga tampak mengais-ais reruntuhan di rumahnya.Di dapur umum, korban gempa menggoreng tempe dan mi. Mereka memenuhi kebutuhannya dengan iuran. Belum ada bantuan datang.
(nrl/)











































