Bangunan di Yogyakarta Tidak Tahan Gempa

Bangunan di Yogyakarta Tidak Tahan Gempa

- detikNews
Minggu, 28 Mei 2006 00:24 WIB
Yogyakarta - Yogyakarta memang termasuk daerah yang rawan terhadap gempa bumi. Namun disayangakan, bangunan-bangunan di Yogyakarta ternyata tidak dirancang sebagai bangunan tahan gempa."Yogya kan memang daerah rawan gemapa, dan ini pasti terjadi. Dan bangunan-bangunan di Yogya memang tidak tahan gempa," ujar Direktur Center for Earthquake Engineering Dynamic Effect and Disaster Studies (Ceededs) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Sarwidi, saat dihubungi detikcom, Sabtu (27/5/2006).Sarwidi menyebutkan, untuk sebuah bangunan yang didisain sebagai bangunan tahan gempa, setidaknya akan mampu menahan goncangan gempa hingga skala 7-8 SR. Menurutnya, kerusakan yang terjadi pada bangunan-bangunan di Yogyakarta dan sekitarnya tidak semata-mata disebabkan oleh gempa, namun juga karena faktor ketidaksiapan bangunan-bangunan tersebut."Untuk skala Yogya gempa kali ini masih biasa. Gempa tahun 1864 lebih parah, sampai-sampai Tugu Yogyakarta sempat patah. Dulu tingginya Tugu 25 meter, sekarang hanya tinggal 15 meteran. Itu menurut catatan Belanda," tuturnya.Dia menilai, kerusakan yang diakibatkan gempa tadi pagi lebih banyak terjadi pada daerah-daerah yang memiliki kontur tanah yang liat dan lempung. Sebaliknya, kerusakan tidak banyak terjadi pada daerah-daerah karakter tanahnya berpasir."Daerah-daerah yang tanahnya liat dan lempung tidak kuat, seperti Bantul, Prambanan, dan Jatiwarno. Tapi kalau ke utara seperti Sleman yang tanahnya berpasir justru lebih kuat," terangnya.Ke depannya, Sarwidi berharap pemerintah memperhatikan pentingnya bangunan yang tahan terhadap gempa. Masyarakat pun harus mendapatkan sosialisasi yang benar mengenai hal ini."Masyarakat perlu diberitahu bahwa kita hidup di daerah rawan gempa. Pemerintah juga harus memperhatikan pentingnya bangunan tahan gempa, dan tidak sekedar mengedepankan keindahan bangunan," ucap dia.Sebelumnya, Bupati Bantul Idham Samawi menyatakan setidaknya 70-80 persen bangunan rumah dan gedung di Kabupaten Bantul rusak. (fjr/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait