Listrik Nyala
Malioboro Kini Sunyi Senyap
Sabtu, 27 Mei 2006 17:37 WIB
Yogyakarta - Matahari telah jatuh di ufuk barat. Pertanda denyut kehidupan malam Malioboro di malam minggu dimulai. Namun kini Malioboro nyaris tidak ada kehidupan.Tidak ada aksi musisi jalanan, tidak ada turis lokal maupun mancanegara, tidak ada kumpulan ABG yang biasa menjadi warna di tempat favorit Yogyakarta ini.Gempa bumi 5,9 Skala Richter telah merenggut keceriaan Malioboro di malam minggu. Jl Malioboro yang biasanya pada malam minggu selalu penuh sesak dengan para pengunjung, kini lengang.Jarum jam sudah menunjukkan pukul 17.15 WIB, Sabtu (27/5/2006) atau selang hampir 12 jam sejak gempa mengguncang Yogya dan sekitarnya pukul 05.55 WIB. Tercatat 2.000-an orang meninggal akibat gempa.Malioboro sunyi senyap, hanya dilalui pengguna jalan yang memang hanya ingin melintas.Toko-toko kain dan pakaian, begitu juga Malioboro Mall yang pada malam minggu selalu penuh, hari Sabtu ini memilih tutup sejak tadi pagi.Tempat makan kaki lima dan lesehan yang jadi ciri khas Yogya saat ini sama sekali tidak ada digelar. Hanya satu dua turis asing yang melintas di Jl Malioboro dengan sepeda motor.Lampu penerangan jalan sudah menyala di sebagian jalan Malioboro. Traffic light yang tadi sempat mati pascagempa, sekarang sudah menyala, meski tidak ada lalu lintas yang perlu diatur saking sepinya.Sejumlah tukang becak masih terlihat, namun kebanyakan berkumpul di sekitar Stasiun Tugu. Mereka lebih banyak berharap pada penumpang kereta api.Malioboro kini benar-benar sunyi senyap...
(sss/)











































