Sikap Jokowi Tolak Perpanjangan Jabatan Disorot, Faldo: Itu Gosip Politik

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 13 Apr 2022 23:16 WIB
Faldo Maldini
Faldo Maldini (Foto: dok. Pribadi)
Jakarta -

Pakar Komunikasi Effendi Gazali menyoroti ketegasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penolakan perpanjangan jabatan. Stafsus Mensesneg, Faldo Maldini, menyebut ketegasan Jokowi sudah banyak terlihat dari unggahan-unggahan media sosial pemerintah.

"Ada nggak di antara (orang) Istana yang mengatakan kepada bapak Presiden, 'Pak walaupun gesture bapak misalnya ikhlas, tulus, dan baik begitu tapi dalam hal perpanjangan masa jabatan jadi tiga periode ataupun penundaan pemilu kita harap bapak tegas'. Nah kalimat itu yang dibutuhkan," ujar Effendi, Rabu (13/4/2022).

Hal itu disampaikannya dalam acara Adu Perspektif bertema "Demokrasi Kita, Mendayung di Antara Karang" yang disiarkan di detikcom.

Effendi mengatakan dirinya belum percaya dengan pernyataan Jokowi karena dinilainya belum total. Menurutnya, pernyataan Jokowi kurang tegas.

"Membutuhkan satu kalimat lagi, setengah lah, koma, saya tidak mau ada penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden," ucapnya.

Kemudian Effendi juga menyoroti pernyataan Jokowi yang meminta menteri-menteri tak lagi bicara soal penundaan atau perpanjangan masa jabatan presiden. Menurutnya, ada 2 persoalan dari pernyataan Jokowi jika dilihat dari perspektif lain.

"Saya tidak mau ada penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan. Muncul pertanyaan, bolehkah yang bukan menteri meneriakkan itu? Karena kan kalimat itu untuk menteri," ujar Effendi.

Dia lalu menyoroti pernyataan Jokowi saat memimpin rapat terbatas Persiapan Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024, di Istana Presiden, Minggu (10/4). Menurutnya, meski lebih tegas, pernyataan Jokowi tidak menyinggung soal penolakan perpanjangan masa jabatan presiden atau masa jabatan presiden 3 periode.

"Jadi di situ dikatakan kalimatnya, kan sudah ada pelantikan KPU dan Bawaslu dan jadwal pemilu akan tetap. Berarti penundaan pemilu (sudah) nggak ada (wacananya). (Tapi) Yang tiga periode bagaimana?" kata dia.

Tanggapan Stafsus Mensesneg

Faldo kemudian buka suara. Dia mengatakan wacana penundaan pemilu, perpanjangan masa jabatan presiden, atau masa jabatan presiden 3 periode bukan berasal dari Jokowi.

"Kami sudah berkali-kali menyatakan bahwa hal ini bukan dari Bapak Presiden. Tapi kan permasalahan kita ini kan antara rasa percaya dan tidak percaya. Perasaan ini yang sulit kita kontrol. Perasaan saya dan Khalid tak sama," ujar Faldo.

Menurutnya, wacana-wacana tersebut masih berupa gosip politik. Dia mengatakan jika wacana tersebut terus diperdebatkan hanya menjadi pertarungan imajinasi.

"Jangan sampai kita ini meributkan gosip politik gitu lho. Gosip-gosip dari imajinasi-imajinasi yang kita bikin sendiri. Dan karena semua orang bisa berkonspirasi, semua orang punya banyak versi. Jadi ini kan imajinasi lawan imajinasi," ucap dia.

Ia menyebut Effendi dan masyarakat bisa melihat ketegasan-ketegasan dari sikap Jokowi di medsos pemerintah.

"Tadi Pak Effendi bilang (ada tidaknya statement tegas) dari official, kalau dilihat dari medsos-medsos pemerintah seperti Kemensetneg YouTube sekretariat Presiden, (Jokowi) itu loud and clear (tolak 3 periode dan penundaan pemilu)," imbuh Faldo.

Faldo mengatakan Jokowi taat pada konstitusi. Menurutnya, Jokowi sudah menyebut sumpah jabatan presiden.

"Satu, sumpah jabatan presiden. Kurang kuat apalagi kalimat seperti itu? Yang kedua, kita kan jangan sampai melihat sesuatu secara ketokohan base," jelas Faldo.

"Kita kan lagi bernegara, ketika ada partai politik dalam struktur negara, presidensi dalam struktur negara, legislasi dalam struktur negara, ya kita bicaranya dalam kerangka tersebut. Kalau kita bicaranya apa-apa (dihubungkan) dengan maunya presiden mohon izin bapak, ibu, kawan-kawan semua, ya sulit kita bernegara," tutur Faldo.

(isa/jbr)