Polisi Tunggu Puslabfor Ungkap Penyebab Kebakaran Tewaskan 5 Orang di Jakut

Wildan Noviansah - detikNews
Rabu, 13 Apr 2022 11:21 WIB
Lima orang tewas akibat peristiwa kebakaran di sebuah bengkel di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Wildan N/detikcom)
Foto: Lima orang tewas akibat peristiwa kebakaran di sebuah bengkel di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Wildan N/detikcom)
Jakarta - Kebakaran maut di bengkel di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut) menewaskan lima orang sekeluarga. Polisi masih menunggu Puslabfor Mabes untuk mengungkap penyebab kebakaran.

"Jadi anak pertama keluar. Ya biasa dikunci kalau keluar rumah. Jadi adiknya masuk ke dalam, jadi mereka itu punya punya kunci masing-masing. Jadi mungkin adiknya ngunci ke dalam. Pas ada asap kuncinya enggak ketemu," ujar Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Ricky Prenata Vivaldy, Rabu (13/4/2022).

Ricky menerangkan berdasarkan pemeriksaan saksi, tidak ada indikasi pintu bengkel dikunci oleh anak pertama korban yang selamat. Untuk itu pihaknya masih menunggu hasi Puslabfor.

"Kita periksa saksi, tiga sampai empat orang di TKP. Tapi berdasarkan keterangan saksi, tidak ada mengarah itu dikunci sama anak pertama. Yang jelas kita menunggu dari Puslabfor Mabes," katanya.

Puslabfor Olah TKP Kebakaran Bengkel

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran yang menewaskan lima orang di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ada sejumlah bukti yang dibawa oleh polisi untuk diteliti di Labfor.

"Kami dari Puslabfor Bareskrim Polri dengan Polsek Tanjung Priok kita langsung menangani TKP. Jadi kita disini menganalisa TKP kemudian mencari barang bukti. Barang bukti yang kita ambil yang ada kaitannya dengan kasus ini, yaitu instalasi kelistrikan sama abu arang sisa kebakaran yang kita temukan di lokasi awal terjadinya kebakaran tersebut," kata Dantim Puslabfor, Kompol Karya Wijayadi, di lokasi, Selasa (12/4/2022).

Olah TKP dilakukan sejak pukul 12.00 WIB. Dia mengatakan tim Labfor akan menganalisis barang bukti yang ditemukan tersebut.

"Prosesnya mungkin dalam waktu empat-lima hari ke depan, karena kita juga ada pemeriksaan yang lain. Jadi di lab kita ini juga banyak kasus yang ditangani, jadi ngantre. Tapi kalau yang atensi biasanya kita prioritaskan untuk dilakukan," kata dia. (idn/idn)