ADVERTISEMENT

Kata 'Orang Istana' soal Viral Masuk Grup Provokasi Persekusi Ade Armando

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Apr 2022 08:50 WIB
Aksi demo di gedung DPR/MPR Jakarta pada 11 April didominasi massa mahasiswa. Namun aksi berujung ricuh hingga pengeroyokan terhadap pegiat media sosial Ade Armando, Senin, 11/4/2022.
Ade Armando Usai Dikeroyok (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Ramai di media sosial soal grup WhatsApp (WA) NUSANTARA'98 yang diduga berisi ajakan persekusi terhadap dosen UI Ade Armando saat demo 11 April. Salah satu anggota grup WA itu ada yang disebut 'orang Istana'.

Awalnya, di grup itu ada seseorang menamakan diri Darjo menginformasikan keberadaan Ade Armando di lokasi demo 11 April, depan gedung DPR/MPR. Pesan anggota grup bernama Darjo tersebut berisikan ajakan atau provokasi untuk mempersekusi Ade Armando.

Pesan di grup itu di-screenshot, dan hasil tangkapan layar (screenshot) itu beredar di media sosial Twitter. Di tangkapan layar itu memang terlihat beberapa nomor anggota grup.

Salah satu warganet mencari tahu identitas anggota grup dengan memasukkan nomor ponsel salah anggota grup WA itu ke aplikasi identifikasi nomor HP.

Hasil dari penasaran warganet itu, ternyata satu anggota grup itu bernama Ari Supit, yang disebut sebagai 'orang Istana'. Warganet banyak mempertanyakan maksud keberadaan 'orang Istana' di grup provokasi tersebut.

Jawaban Ari Supit

Terkait viralnya tangkapan layar chat grup itu, Ari Supit memberi klarifikasi. Ari mengaku diundang seseorang yang tidak dikenalnya untuk masuk ke grup WA itu.

"Saya di-invite oleh orang yang saya tidak kenal untuk masuk ke grup tersebut. Saya juga tidak mengenal siapapun di grup WA tersebut," kata Ari saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (12/4/2022).

Ari mengatakan keberadaan dia di grup tersebut bukan atas kehendaknya. Ari sendiri tak setuju dengan demonstrasi yang diwarnai aksi kekerasan tersebut.

"Setahu saya kalau demo itu kalau dilakukan dengan benar dan sesuai aturan adalah bagian dari demokrasi. Seharusnya dalam menyampaikan aspirasi itu tidak dengan kekerasan dan tidak merugikan orang lain," ungkapnya.

Ari juga meluruskan bahwa dirinya sudah tidak lagi bertugas di Istana Kepresidenan.

"Saya sudah tidak lagi di Istana sejak tahun 2019," ujarnya.

Provokator di Medsos dalam Radar Polisi

Sebelumnya, warganet ramai menyoroti cuitan seseorang yang diduga memprovokasi massa di lokasi aksi untuk mengeroyok Ade Armando.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi pihak yang membuat cuitan tersebut.

"Kita akan dalami orangnya, dan kita sudah tahu orangnya. Kita akan cari dan kejar itu, karena dia yang salah satu memprovokasi untuk melakukan penyerangan terhadap saudara Ade Armando," ungkap Fadil di gedung DPR, Senin (11/4).

Dia mengatakan anggotanya sudah mengamankan sejumlah kelompok yang diduga terkait dalam pengeroyokan Ade Armando. Namun pihak yang tak terbukti akan dipulangkan.

Lihat Video: Identitas Pelaku Pengeroyokan Ade Armando Saat Demo 11 April

[Gambas:Video 20detik]



(zap/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT