ADVERTISEMENT

Ferdinand Hutahaean Klaim Cuit 'Allahmu Lemah' karena Bisikan Setan

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 12 Apr 2022 17:59 WIB
Jakarta -

Ferdinand Hutahaean membacakan pleidoi atau nota pembelaan di hadapan majelis hakim dalam perkara kasus cuitan 'Allahmu lemah'. Ferdinand mengaku memposting cuitan tersebut karena dibisiki setan.

Ferdinand mengaku memposting cuitan 'Allahmu lemah' hingga membuatnya dipenjara dipengaruhi oleh adanya 'bisikan setan'. Pasalnya, cuitan itu ditulisnya ketika baru sadar. Sebelumnya, ia sempat mengalami pingsan atas penyakit yang dideritanya selama tiga tahun terakhir.

"Bahwa peristiwa yang menjadi cikal bakal saya menuliskan cuitan di akun twitter saya pada tanggal 4 Januari 2022 tentang Allah adalah respons saya secara spontan terhadap godaan saitan di telinga saya pasca saya sadar siuman dari pingsan yang saya alami pada hari itu akibat penyakit yang saya derita selama tiga tahun belakangan ini," kata Ferdinand di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (12/4/2022).

Di hadapan majelis hakim, Ferdinand juga mengaku memiliki penyakit saraf dan sering terjadi, sehingga membuatnya mendadak jatuh pingsan. Lalu, dia juga mengkonsumsi obat setiap hari untuk mencegah risiko terjadinya penyakit tersebut.

"Selama ini saya bisa tiba-tiba jatuh pingsan tidak diduga dan terjadi di mana saja dan kapan saja akibat pelemahan saraf yang saya derita. Dan rekam medis saya sejak awal telah saya serahkan kepada penyidik," ucapnya

Selanjutnya, Ferdinand menyampaikan permintaan maaf dan mengaku khilaf atas perbuatannya. Tetapi, dia menegaskan bahwa tidak ada sama sekali niat menghina pihak mana pun dalam cuitannya itu.

"Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa saya tidak memiliki niat sama sekali untuk menyakiti siapa pun, tidak punya niat untuk membuat onar, tidak punya niat sedikit pun untuk menyerang, apalagi untuk menista keyakinan atau agama mana pun dalam postingan di Twitter saya," katanya.

"Mohon maafkanlah saya atas khilaf dan kekeliruan saya, serta kekurangan saya sebagai manusia yang tak luput dari dosa dan kesalahan," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT