ADVERTISEMENT

Terbukti Korupsi Lahan Pemda, Eks Bupati Kupang Dibui 6 Tahun

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 12 Apr 2022 16:27 WIB
Bupati Kupang
Mantan Bupati Kupang (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Bupati Kupang 1999-2009 Ibrahim Agustinus Medah (74) dihukum 6 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Kupang. Ibrahim terbukti mengalihkan aset negara berupa tanah dan bangunan eks gedung Radio Pemerintah Daerah (RPD) Kabupaten Kupang.

"Menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara," demikian siaran pers PN Kupang yang diterima detikcom, Selasa (12/4/2022).

Selain pidana penjara, Agustinus Medah dihukum denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

"Serta membayar uang pengganti kerugian negara Rp 8 miliar dengan ketentuan satu bulan setelah putusan inkrah. Jika Terdakwa tidak bersedia membayar, harta bendanya akan disita. Jika tidak mencukupi, dipidana penjara selama 2 tahun," ujarnya.

Putusan itu ketok oleh ketua majelis Derman P Nababan dengan anggota Y Teddy Windiartono dan Lizbeth Adelina (hakim ad hoc). Majelis juga menyatakan satu bidang tanah seluas 1.358 meter persegi, SHM No.1608 atas nama Ibrahim Agustinus Medah yang telah beralih ke Sakai Johanis Sonny beserta sebuah bangunan di atasnya seluas 210 meter persegi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, dikembalikan kepada Pemkab Kupang.

Di persidangan terbukti kasus bermula saat tim KPK melakukan supervisi atas aset Pemkab Kupang pada Februari 2021. Saat dilakukan uji petik, ditemukan tanah aset pemda dalam sertifikat hak pakai (SHP) No 5 di Jalan Ahmad Yani, Kota Lama, Kota Kupang dikuasai oleh Yohanes Sonny.

"Setelah dilakukan penyidikan oleh Kejaksaan Tinggi Kupang, ternyata aset yang dulunya digunakan sebagai gedung RPD tersebut dijual Agustinus Medah dengan harga Rp 8 miliar," urai majelis.

Setelah tidak menjabat bupati, pada 2016, saat duduk di Senayan sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Agustinus Medah mengajukan permohonan balik nama ke kantor Pertanahan. Berbagai upaya dilakukan sehingga terbitlah SHM No 1608 atas namanya dan menjualnya kepada saksi Yohanes Sonny.

"Keadaan yang memberatkan Terdakwa sebagai Bupati Kabupaten Kupang periode 1999-2004, periode 2004-2009 dan anggota Dewan Pertimbangan Daerah (DPD) RI tahun 2014-2019 mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur, memberikan contoh yang tidak baik dalam pengelolaan aset negara kepada masyarakat. Sedangkan keadaan yang meringankan, Terdakwa sudah berusia lanjut (74 tahun)," beber majelis.

(asp/aud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT