ADVERTISEMENT

Sindiran Mahasiswa UI ke Luhut: Mana Big Datanya, Kok Malah ke Sini!

Dwi Rahmawati - detikNews
Selasa, 12 Apr 2022 12:32 WIB
Depok -

Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berdemonstrasi saat Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mendatangi kampus UI. Mahasiswa menyambut Luhut dengan sindiran tentang big data penundaan pemilu.

Pantauan detikcom, Selasa (12/4/2022), mahasiswa berdemonstrasi di Gedung Balai Sidang UI sekitar pukul 10.48 WIB. Di dalam gedung tersebut, Luhut tengah mengisi kuliah untuk mahasiswa.

Massa tampak membawa sejumlah spanduk. Spanduk itu di antaranya bertulisan 'Turut berduka cita Atas Meninggalnya Demokrasi UI dan Indonesia'.

Selain itu, ada poster bertulisan 'Potong Bebek Angsa Masak di Kuali Mana Big Datanya Kok Malah ke Sini. Kok Punya Nyali Gak Tau Diri lalalalaalala'.

"Potong Bebek Angsa Masak di Kuali Mana Big Datanya Kok Malah ke Sini. Kok Punya Nyali Gak Tau Diri lalalalaalala," ucap mahasiswa menyanyikan lagu sindiran untuk Luhut.

Mahasiswa juga menyanyikan tulisan di poster tersebut secara bersama-sama dan berulang-ulang.

Mahasiswa juga tampak membawa poster lain bergambar muka Luhut. Di poster tersebut tertulis sederet jabatan yang diemban Luhut saat ini.

Massa mahasiswa mengkritik Luhut soal wacana penundaan pemilu, soal harga minyak yang naik, hingga soal konflik Luhut dengan Haris Azhar dan Fatia.

Mahasiswa juga menyanyikan yel-yel yang intinya menagih Luhut menunjukkan big data yang diklaim berisi aspirasi masyarakat yang meminta Pemilu 2024 ditunda.

Luhut Dialog dengan Mahasiswa

Selang 1,5 jam di dalam Balai Sidang UI, Luhut keluar untuk menemui mahasiswa. Ia menjawab tuntutan yang diajukan.

"Mau kalian apa? Biar saya jawab," ucap Luhut kepada mahasiswa.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mendatangi Universitas Indonesia (UI). Mahasiswa memakai baju serba hitam dan membawa bendera kuning. (Dwi Rahmawati/detikcom)Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mendatangi Universitas Indonesia (UI) (Dwi Rahmawati/detikcom)

BEM UI kemudian melontarkan pembahasan terkait wacana penundaan Pemilu atau perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka berucap bahwa Luhut meminta ketua partai menyuarakan wacana penundaan Pemilu.

"Kita minta Bapak klarifikasi dan membuka big data. Apakah Bapak berani?" tuturnya.

"Siapa yang bilang saya minta jabatan Presiden sampai tiga periode, saya tanya? Saya tidak pernah mengatakan wacana itu. Yang pernah saya katakan banyak di bawah itu minta Pemilu ditunda. Apa salah? Kamu ngomong gini salah? Nggak kan," kata Luhut.

(jbr/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT