ADVERTISEMENT

Legislator Christina: RUU TPKS Akan Disahkan, Hadiah Terindah Perempuan RI

Gibran Maulana - detikNews
Selasa, 12 Apr 2022 10:26 WIB
Christina Aryani (dok. pribadi).
Christina Aryani (dok. pribadi)
Jakarta -

DPR RI akan menggelar pengesahan tingkat II RUU TPKS dalam rapat paripurna hari ini. Anggota Panja RUU TPKS Fraksi Partai Golkar Christina Aryani menyebut ini memperlihatkan semangat mengapresiasi perjuangan seluruh perempuan di Indonesia, khususnya para korban kekerasan seksual.

"Ini adalah buah perjuangan perempuan di seluruh Indonesia utamanya para korban kekerasan seksual. Dengan ini disahkan maka langkah memperjuangkan aspirasi perempuan di seluruh Indonesia dan masyarakat menjadi makin terang," kata Christina kepada wartawan, Selasa (12/4/2022).

Christina menyebut tahap demi tahap pembahasan RUU TPKS dilakukan dengan baik dengan melibatkan partisipasi masyarakat yang maksimal. Dinamika RUU TPKS, lanjut Christina, sangat alot sejak mulai diperjuangkan pada 2016. Kegigihan dan konsistensi perjuangan masyarakat disebut membantu DPR dan Pemerintah membuat langkah maju sampai pada tahap ini.

"Makanya saya bilang ini adalah hadiah bagi kegigihan perjuangan itu. Nanti tanggal 21 April kita merayakan Hari Kartini, RUU TPKS ini menjadi hadiah terindah untuk semua perempuan Indonesia," lanjut Christina.

Wakil Rakyat Dapil DKI Jakarta II itu juga mengapresiasi kerja keras unsur masyarakat, DPR dan Pemerintah selama pembahasan tingkat satu hingga kesepakatan delapan fraksi menyetujui RUU TPKS dibawa ke paripurna untuk pembicaraan tingkat dua sebelum disahkan menjadi undang-undang. Dalam pembicaraan tingkat I, hanya Fraksi PKS yang menolak.

"Dinamika pembahasan selama ini juga menarik dan saya senang prosesnya berjalan lancar dan konstruktif, panja bekerja keras marathon hingga keputusan bulat membawa ini ke paripurna untuk disahkan. Langkah demi langkah ini kita apresiasi tentu saja pembahasan RUU TPKS menjadi tonggak bersejarah perlindungan terutama bagi korban kekerasan seksual yang selama ini menantikan payung hukum," kata Christina.

(gbr/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT