ADVERTISEMENT

Paksa Demo Dekat Istana Bogor, Massa Bakar Ban-Terobos Kawat Berduri

M Solihin - detikNews
Senin, 11 Apr 2022 18:55 WIB
Massa demo mahasisswa di Bogor, memanas. Massa membakar ban dan menerobos barikade kawat berduri, memaksa demo dekat Istana Bogor. (M Sholihin/detikcom)
Massa demo mahasisswa di Bogor, memanas. Massa membakar ban dan menerobos barikade kawat berduri, memaksa demo dekat Istana Bogor. (M Sholihin/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari berbagai perguruan tinggi di Bogor melakukan demonstrasi di Jalan Sudirman, Kota Bogor, sekitar 500 meter dari Istana Bogor, Senin (11/4/2022).

Pantauan detikcom, aksi mahasiswa yang awalnya berjalan damai mulai memanas ketika mahasiswa memaksa menerobos pagar kawat berduri yang dipasang petugas untuk membatasi akses mahasiswa. Setelah membakar ban bekas dan menggelar aksi teatrikal, mahasiswa merusak dan menerobos pagar berduri.

Hingga pukul 17.45 WIB demonstrasi masih berlangsung. Posisi mereka kini saling berhadapan dengan petugas kepolisian. Para mahasiswa masih bertahan dan berkukuh untuk mendekat ke Istana Bogor.

Dalam aksinya, mahasiswa menyikapi berbagai persoalan terkait kenaikan harga BBM hingga harga bahan-bahan pokok, hingga tindakan represif yang dilakukan terhadap mahasiswa di Sukabumi dan Tasikmalaya, Jawa Barat.

Adapun poin-poin tuntutan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Menyegel Istana di antaranya:

1. PMII Menyegel Istana menuntut dan mengecam Presiden Jokowi untuk dapat mengevaluasi kinerja para jajaran kabinet yang bertanggung jawab, dalam memastikan ketersediaan komoditas yang menjadi kebutuhan rakyat seperti bahan pangan pokok yang murah untuk seluruh rakyat Indonesia.

2. Menuntut serta mendesak Presiden Jokowi dan pemerintah pusat agar membatalkan kenaikan PPN/PPH/PBB dan BBM yang dimana kenaikan itu semua akan berdampak pada kenaikan segala harga bahan pangan kebutuhan rakyat Indonesia.

3. Mendesak Kementerian Perdagangan segera menuntaskan oknum oknum mafia minyak di Negara Republik Indonesia.

4. Mendesak Kapolri agar segera evaluasi anggotanya yang melanggar protap pengendalian massa.

Dalam rilisnya, mahasiswa mengancam akan melakukan aksi kembali jika tuntutan mereka tidak disikapi dalam waktu 3x24 jam.

(mea/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT