Hotel-hotel di Yogya Tutup, Tamu Tumplek di Jalanan
Sabtu, 27 Mei 2006 10:50 WIB
Yogyakarta -
Tak mau ambil risiko, hotel-hotel di Yogyakarta tutup dan menolak tamu. Para tamu sebelumnya pun check out. Mereka kini tumplek di jalanan.Para tamu juga tidak mau ambil risiko dengan berdiam diri di dalam bangunan bertingkat. Mereka mengantre di lobi hotel untuk membereskan administrasi.Lalu dengan tas ransel, koper, dan segala barang-barang, para tamu hotel yang sudah check out pun memenuhi jalanan."Kalau ada gempa, yang penting ada di ruang terbuka, ini lebih aman daripada di hotel yang bangunannya bertingkat," kata Hendi yang sebelumnya menjadi tamu Hotel Melia Purosani di Jl Sosorokusuman, Yogyakarta, Sabtu (27/5/2006).Hotel Melia tidak meladeni tamu yang hendak buka kamar. Begitu pula ketika detikcom hendak buka kamar demi mendapatkan pasokan listrik dari genset hotel.Dinding-dinding bagian luar Hotel Melia terlihat retak akibat gempa 5,9 Skala Richter yang menggoncang Yogyakarta dan Jawa Tengah pukul 05.55 WIB."Di bagian dalam hotel juga memang rusak," kata satpam Hotel Melia yang tidak mau disebutka namanya.Hingga pukul 10.45 WIB, kesibukan di lobi Hotel Melia masih terlihat dengan antrean para tamu sebelumnya yang hendak check out.Pemandangan serupa terjadi di Hotel Santika Jl Sudirman. Para tamu yang menginap semuanya check out. Hotel ini pun tidak menerima tamu. Dinding luar hotel terlihat retak. Bahkan 1 mobil di dekat hotel tampak rusak terkena runtuhan genting hotel.Sementara di Hotel Ibis, Jl Perwakilan, yang berada di pusat Malioboro, tamu disuruh keluar demi keamanan. Sedangkan dinding luar hotel tidak terlihat retakan.Listrik di Yogyakarta belum pulih. Traffic light juga tidak berfungsi. Sejumlah polisi ditempatkan di beberapa traffic light.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































