Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN Yandri Susanto menilai penegasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jadwal Pemilu 2024 sudah ditetapkan pada 14 Februari menutup peluang untuk penundaan, memperpanjang masa jabatan presiden, ataupun '3 periode'. PAN kini sepakat tak ada lagi usul penundaan pemilu, perpanjangan masa jabatan presiden, atau 3 periode.
"Artinya semua pihak menghormati pernyataan Pak Presiden itu dan apalagi ditambah aspirasi mahasiswa hari ini. Saya kira sudah seiring sejalan antara pernyataan Pak Jokowi dengan rakyat," ujarnya kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2022).
"Dan tentu kami dari partai politik sangat sepakat bahwa tidak ada lagi wacana untuk mengundurkan pemilu atau memperpanjang masa jabatan atau menambah periodisasi jabatan presiden," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yandri mengatakan PAN saat ini akan fokus pada Pemilu 2024. Dia menampik isu yang menyebut Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas mengarahkan agar usul amendemen UUD 1945 tetap digaungkan agar wacana perpanjangan jabatan presiden tetap ada.
"Saya sebagai Ketua KPPN, Ketua Komite Pemenangan Pemilu, kami memang hari ini tidak ada waktu lagi untuk tidak mempersiapkan waktu untuk tahun 2024. Dari Ketua Umum sudah jelas, kami fokus tahun 2024," imbuhnya.
Terpisah, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mendukung pernyataan Jokowi yang secara tegas menyampaikan pemilu digelar 14 Februari 2024. Hal ini, menurutnya, dapat mengeliminasi berbagai asumsi tentang wacana penundaan Pemilu 2024.
"Dengan demikian, berbagai diskursus terkait topik penundaan pemilu sudah sepatutnya dihentikan dan kita fokus pada persiapan dan penganggaran Pemilu 2024, agar Pemilu 2024 bisa terlaksana tanpa hambatan, mengingat tahapan pemilu akan dimulai bulan Juni yang akan datang," ujarnya.
Dia menyebut PAN saat ini sedang fokus meningkatkan kualitas pemilu. "Kami di PAN akan terus mengawal proses penetapan tahapan dan anggaran pemilu agar tetap efisien, efektif, transparan dan kualitas pemilu kita semakin baik," pungkasnya.
Penegasan Jokowi
Jokowi sebelumnya menegaskan bahwa penyelenggaraan pemilu terdekat tetap dilaksanakan pada 14 Februari 2024. Jokowi mengatakan penegasan soal jadwal penyelenggaraan Pemilu 2024 harus diberikan agar tak ada lagi isu soal penundaan hingga '3 periode'.
"Yang pertama, saya minta disampaikan kepada masyarakat bahwa seluruh tahapan dan jadwal pelaksanaan pemilu dan pilkada serentak itu sudah ditetapkan. Saya kira sudah jelas, semuanya sudah tahu bahwa pemilu akan dilaksanakan 14 Februari 2024," kata kata Jokowi saat memberikan pengantar rapat soal Pemilu dan Pilkada Serentak 2024, seperti ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (10/4).
"Ini perlu dijelaskan, jangan sampai nanti muncul spekulasi-spekulasi yang apa, yang isunya beredar di masyarakat bahwa pemerintah tengah berupaya untuk melakukan penundaan pemilu atau spekulasi mengenai perpanjangan jabatan presiden dan juga yang berkaitan dengan soal 3 periode," imbuhnya.
(zak/zak)