Gempa di Hari Jadi ke-175 Gunungkidul, Kantor-kantor Rusak
Sabtu, 27 Mei 2006 09:58 WIB
Jakarta - Kabupaten Gunungkidul benar-benar apes. Gempa 5,9 Skala Richter yang mengguncang Jawa Tengah dan Yogyakarta, terjadi di hari jadinya yang ke-175. Gunungkidul pun ikut bergoncang.Akibat goncangan itu, sejumlah kantor rusak. Gempa tercatat terjadi pukul 05.55 WIB, Sabtu (27/5/2006). Berikut informasi yang disampaikan pembaca detikcom:faerozy zabied:Di Kabupaten Gunungkidul gempa dirasakan sangat kuat. Gempa yang terjadi hari ini juga merupakan KADO ISTIMEWA ALLAH SWT untuk HARI JADI GUNUNGKIDUL yang ke-175. Kerusakan parah terjadi di kantor Pemkab GK. Gedung Sayap Utara Kantor Pemda GK rontok, juga sebgian tembok retak. Di kantor Bapeda juga terjadi hal serupa, genteng 90% rontok. Gedung BRI yang nampaknya berkonstruksi kuat, tidak mampu menahan dahyatnya gempa. Bangunannya retak merata. Untuk data korban masih simpang siur.Jaka S:Saya tinggal di Gunungkidul, Yogyakarta. Seumur-umur gempa besar seperti ini memang baru sekali saya rasakan, saya seorang karyawan yg tidur di kantor (Warnet) dengan seorang Jaga Malam. Begitu gempa terjadi kami berdua yang masih tidur langsung terbangun dan lari keluar rumah sampai-sampai selimut masih terbawa di badan, ketika keluar pun sampaisempoyongan, karena begitu besarnya gempa kali ini. Sambil terus berdzikir.Setelah gempa, kami kembali ke ruangan, kaca cermin yg biasa terpajang jatuh pecah ke tanah, ada 2 monitor yang tadinya di meja terjatuh ke lantai, di bagian tembok samping, tiang rumah terlihat miring dan tembokretak. Kantor samping tempat saya eternit ambrol, sepeda motor jatuh, kemudian di depan rumah ada tembok pembatas dengan tetangga yg tingginya hampir 2,5 meter ambrol. Tepat sewaktu gempa terjadi, listrik langsung mati.Kemudian saya bersama teman muter2 kota. Orang2 lewat bilang Pasar Wonosari bangunannya ambrol. Kami penasaran lalu menuju ke sana. Di sana sudah ramai sekali orang. Di bagian depan terlihat ada yg retak, lali kami memutari Pasar, di sana sini juga terlihat hal yg sama. Di dek lantai atas terlihat ada bangunan ambrol, yg menjadi tontonan orang2 pasar. Dari orang sekitar ada yg bilang kalo bangunan yang di dalam adayg roboh, bahkan sampai menimbulkan korban luka-luka.Malah ada ibu teman saya jualan jamu di pasar, sampai dijemput anaknya, sampai rumah menjadi tangisan keluarga, walaupun tidak terjadi musibah apa2 padanya. Para penjual ada yg bilang jangan sampai masuk lagi,karena bangunannya pasti sudah tidak aman untuk ditempati. Padahal, Pasar Argosari Wonosari ini masih terbilang baru, karena belum lama direnovasi dan direnovasi, sekilas model bangunannya seperti Pasar Beringharjo.Kami jalan bermotor keliling kota, di sana sini terlihat yang paling parah adalah bagian genteng, banyak yang rontok. Cerita dari karyawan yg kemudian datang ke kantor, di daerahnya juga terjadi gempa sama besarnya. Ada eternit ambrol, tembok bangunan yang roboh, dan genting rumah yang morat marit. Hari ini, dapat dipastikan banyak perbaikan rumah. Telpon ke daerah klaten dikatakan juga gempa sama dahsyatnya.Kami mengira apakah gempa terjadi karena Gunung Merapi meletus? atau karena hal lain. Ada yg bilang sumber gempa di laut selatan. 1 Jam kemudian listrik hidup, saya langsung onlen, benar ternyata, detiknews sudah penuh berita gempa.
(sss/)











































