Formappi Desak Fraksi-MKD DPR Usut Legislator Nonton Porno di Rapat

Tim detikcom - detikNews
Senin, 11 Apr 2022 12:30 WIB
Peneliti Formappi Lucius Karus.
Peneliti Formappi Lucius Karus. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mendesak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR segera mengusut dugaan anggota Dewan menonton konten porno saat rapat. Formappi menilai pengusutan dugaan anggota DPR menonton video porno saat rapat tak perlu menunggu laporan.

Soal dugaan anggota Dewan menonton konten porno saat rapat di DPR terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial (medsos). Peneliti Formappi Lucius Karus tak habis pikir sekaligus mengecam dugaan anggota DPR menonton video porno saat rapat.

"Bagaimana bisa sih di tempat kerja, di ruangan rapat, sempat-sempatnya mengakses konten porno? Apa sebegitu tak terkontrolnya nafsu anggota itu?" kata Lucius kepada wartawan, Senin (11/4/2022).

Lucius menyebut seorang anggota DPR, wakil rakyat, yang memiliki etika dan sensitivitas akan situasi dan kondisi masyarakat, tentu tak akan menonton video porno saat rapat. Apalagi, sebut dia, di ruang rapat di DPR tak hanya ada anggota Dewan dan mitra kerja, tapi ada pihak lain yang bisa menyaksikan rapat secara langsung.

"Kan mestinya, kalau anggota DPR itu punya sensitivitas akan situasi dan kondisi, mestinya ruangan rapat itu bukan tempat yang tepat dan bijak untuk mengakses konten porno," sebut Lucius.

"Apalagi, selain sesama anggota, ada jurnalis dan mungkin tamu lain yang ingin mengikuti rapat yang ada dalam ruangan dan berpeluang mengetahui atau menyaksikan aksi nonton konten porno tersebut," imbuhnya.

Karena itu, Lucius menuturkan ada atau tidak yang melaporkan MKD tetap harus mengusut viral anggota DPR nonton video porno saat rapat itu. Sebab, jika dibiarkan, Lucius yakin kewibawaan DPR semakin hancur.

"Saya kira sih nggak ada alasan bagi MKD untuk membiarkan kasus ini hanya karena ingin taat pada prosedur, yaitu menunggu adanya laporan. Kasus ini terlampau memalukan untuk dibiarkan terlalu lama. Semakin lama prosesnya, maka kewibawaan DPR akan semakin hancur di mata publik," paparnya.

"Publik tak akan peduli itu hanya dilakukan oleh satu anggota saja. Satu lembaga DPR akan kena efeknya, dicemooh publik. Karena itu, tak ada alasan untuk menggantung lama kasus yang justru membuat citra DPR akan tampak jorok di mata publik," imbuh Lucius.

Selain MKD, Lucius meminta seluruh fraksi di DPR menyelidiki apakah legislator yang menonton video porno saat rapat itu anggota mereka atau bukan. Dia mengingatkan pandangan buruk akibat kelakuan anggota DPR dimaksud juga bisa menyasar fraksi ataupun partai.

"Parpol atau fraksi asal anggota DPR juga tak bisa tinggal diam. Sorotan dan cemoohan publik dengan mudah juga terarah ke fraksi dan partai jika tak ada tindakan cepat untuk menegur anggota yang bersangkutan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, video singkat yang memperlihatkan seseorang dari tampak belakang sedang memegang telepon seluler atau ponsel yang menampilkan konten porno viral. Sosok itu dinarasikan sebagai anggota DPR yang tengah mengikuti rapat.

Dalam video yang beredar diketahui seorang yang disebut sebagai anggota DPR itu merupakan seorang pria berpotongan rambut pendek. Tampak pria itu memegang ponsel dengan tangan kiri, sementara layar ponselnya menampilkan video diduga konten porno.

Dari informasi awal yang didapat menyebutkan bila anggota DPR itu diduga dari Komisi IX DPR. Redaksi detikcom lantas mencoba meminta konfirmasi pada sejumlah pihak mulai dari Sekjen DPR, salah seorang Wakil Ketua dan anggota Komisi IX DPR, serta MKD DPR.

MKD merespons. Namun MKD tak mau mengusut sebelum menerima laporan atau informasi yang akurat dari orang yang merekam momen dimaksud.

"(MKD) menunggu laporan atau setidaknya info yang jelas dan akurat dari orang yang mengambil foto itu," kata Wakil Ketua MKD DPR Habiburokhman kepada detikcom, Minggu (10/4).

(zak/gbr)