Polisi Jaga Stasiun-Terminal di Bekasi Cegah Pelajar Ikut Demo 11 April

ADVERTISEMENT

Polisi Jaga Stasiun-Terminal di Bekasi Cegah Pelajar Ikut Demo 11 April

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 11 Apr 2022 11:50 WIB
Bangunan baru Stasiun Bekasi telah diaktifkan sejak Minggu (21/11) kemarin. Langkah ini merupakan tahapan revitalisasi Stasiun Bekasi. Penasaran? Lihat yuk.
Ilustrasi Stasiun Bekasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Bekasi -

Polres Metro Bekasi menyiapkan langkah antisipasi mencegah pelajar yang akan ikut aksi demo mahasiswa yang terpusat di depan gedung DPR hari ini. Ratusan personel diturunkan berjaga di sejumlah titik rawan.

"Total kekuatan personel ada 955 personel," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif Setyawan saat dihubungi, Senin (11/4/2022).

Gidion mengatakan ratusan personel itu akan diturunkan di lokasi yang dinilai bakal digunakan para pelajar menuju Jakarta. Lokasi penjagaan itu tersebar mulai dari stasiun hingga jalan perbatasan menuju Jakarta.

"Kita lakukan pemeriksaan di stasiun, terminal, dan perbatasan, untuk mengantisipasi. Tapi dengan pendekatan humanis agar mendukung pengamanan mahasiswa yang akan ke Jakarta," jelas Gidion.

Sejumlah stasiun di wilayah Kabupaten Bekasi yang akan dijaga di antaranya Stasiun Tambun, Stasiun Cibitung, Stasiun Cikarang Barat, Stasiun Cikarang, Stasiun Lemah Abang, hingga Stasiun Kedung Gede. Terminal Kalijaya pun turut ditempatkan personel untuk mencegah pelajar dari Bekasi terlibat demo 11 April.

Gidion mengatakan hingga saat ini belum ada temuan pelajar yang diamankan petugas akibat ketahuan pergi demo ke Jakarta.

"Sampai saat ini nihil. Belum ada indikasi pelajar ikut demo," tutur Gidion.

Pemerintah lewat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) sebelumnya telah mengeluarkan imbauan mencegah pelajar turun dalam demonstrasi yang digelar di depan gedung DPR hari ini. Pasalnya, ramai di media sosial ajakan demonstrasi berjudul 'STM Bergerak'.

"Surat tersebut benar dikeluarkan oleh Kemendikbud Ristek," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud Ristek Anang Ristanto kepada wartawan, Minggu (10/4).

Anang menjelaskan seluruh pihak wajib melindungi anak-anak dari kekerasan. Dia menekankan surat edaran itu diterbitkan demi keselamatan para siswa SMK.

"Melindungi dan menjaga anak-anak dari kekerasan adalah amanat konstitusi yang merupakan tanggung jawab semua pihak. Untuk menjaga keselamatan dan keamanan peserta didik SMK, Kemendikbud Ristek mengimbau kepada Dinas Pendidikan, para pendidik serta orang tua peserta didik SMK di wilayah Jabodetabek agar dapat mencegah keterlibatan anak-anak dalam aksi unjuk rasa pada tanggal 11 April 2022," tuturnya.

(ygs/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT