Amien: Kasus Soeharto Bisa Jadi Bisul yang Besar

Amien: Kasus Soeharto Bisa Jadi Bisul yang Besar

- detikNews
Jumat, 26 Mei 2006 21:57 WIB
Jakarta - Polemik kasus hukum mantan Presiden Soeharto terus bergulir. Banyak pihak yang meminta agar Soeharto dimaafkan, sedang yang lain terus mendesak agar pengusutan hukum terus dilakukan. Karenanya pemerintah diminta bertindak tegas, jika tidak kasus ini akan menjadi bisul yang besar."Menurut saya kasus ini bisa menjadi bisul yang besar. Dan sekarang bisul ini akan menjadi lebih gede lagi dan jangan-jangan akan mengacaukan masyarakat yang justru dikhawatirkan SBY," kata mantan Ketua Umum PAN Amien Rais, usai memberikan sambutan dalam acara Sewindu Reformasi yang digelar di kantor DPP PAN, Jl Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Jumat (26/5/2006).Menurutnya, kalau kasus Soeharto terus diambangkan seperti sekarang, yakni saling lempar antara Kejaksaan Agung, Presiden atau KPK, maka yang akan rugi masa depan kita. "SBY menghadapi kasus Soeharto ini harus kreatif, inovatif dan baca Bismillah," ujarnya.Mantan Ketua MPR ini juga mendesak pemerintah untuk mengusut kasus Soeharto beserta kroni-kroninya. Dia mengingatkan keterpurukan yang melanda bangsa ini dikarenakan diujung kekuasaan Soeharto, kroninya mencapai puncak kegemilangan."Jadi kalau lantas mereka lenggang kangkung tidak ada tanggung jawab hukum dan lain-lain. itu juga tidak etis," ucapnya.Amien menuturkan, yang terpenting, jangan sampai Soeharto meninggalkan dunia ini masalah hukumnya tidak pernah selesai. Oleh karena itu semua terpulang kepada negara, karena masalah Soeharto adalah masalah hukum, sejarah, politik, HAM dan masalah segala macam. Amien menegaskan dirinya tidak akan menggurui, tapi dia meminta SBY agar benar-benar mengambil alih dan mengkoordinasikan penegakan hukum, kemanusiaan dan sejarah demi masa depan."Hukum tetap diaplikasikan secara inabsentia, uang ilegal ditarik kembali, kemudian baru diampuni. Tapi kalau diampuni ya sudah, karena kalau tidak masalah kita banyak sekali, seperti listrik pasokannya semakin kurang, pengangguran makin meluas dan ekonomi naik turun," ungkapnya. (ndr/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads