Dibakar Suami, Rika Operasi Face Off di Balikpapan
Jumat, 26 Mei 2006 17:49 WIB
Boyolali - Lagi-lagi suami menyiksa istri. Tapi kini Rika Nia Juanita, warga Klaten, Jawa Tengah, kini sedikit berlega hati. Tubuhnya yang rusak dibakar suaminya 2 tahun lalu akan disembuhkan dalam operasi face off di Balikpapan, awal Juni 2006 mendatang.Rika adalah korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Agustus 2004 lalu, dia disiram dengan minyak tanah lalu dibakar hidup-hidup oleh sang suami, Irwan Anis Mahsum. Padahal saat itu mereka baru setengah tahun menikah."Sejak menikah pada Februari 2004, saya sering menerima perlakukan kasar dan siksaan darinya (Irwan Anis Mahsum-red). Saat ini saya sudah mengajukan gugatan cerai terhadapnya," ujar Rika kepada wartawan di kantor Lembaga Kajian untuk Transformasi Sosial (LKTS) Boyolali, Jumat (26/5/2006) siang.Dikisahkannya bahwa pada 23 Agustus 2004, terjadi pertengkaran antara dia dengan suaminya. Puncak kemarahan Irwan adalah menyiram sekujur tubuh Rika dengan minyak tanah lalu membakarnya di rumah kontrakan mereka di Karangwuni, Dlimas, Klaten.Akibatnya, sebagian besar tubuh perempuan yang saat ini baru berusia 20 tahun itu mengalami luka bakar mulai wajah, dada, punggung, perut, kedua tangan, hingga kaki. Daun telinganya bahkan nyaris tak tersisa.Rika lalu mendapat perawatan selama 45 hari di RSI Klaten sebelum dirujukkan ke RS Tugu, Semarang. Untuk meringankan penderitaan, dia sudah menjalani tiga kali operasi ringan.Irwan yang sebelumnya bekerja sebagai tukang sablon dan jualan bahan bangunan, saat ini sedang menunggu putusan MA. PN Klaten maupun PT Jateng sebagai pengadilan banding memvonisnya sembilan tahun penjara atas perbuatannya itu.Selanjutnya Rika tinggal bersama orangtuanya di Kademangan Kajoran, Klaten. Hingga saat ini dia masih harus melakukan rawat jalan untuk sakit yang dideritanya itu dengan mengeluarkan biaya Rp 300 ribu tiap pekan. "Kalau tidak diberi obat, sekujur badan masih terasa panas," papar Rika.Operasi Face OffAtas berbagai upaya yang dilakukan oleh keluarga dan LSM pendamping, awal Juni mendatang Rika akan menjalani operasi total untuk mengganti jaringan kulitnya yang rusak. Operasi akan dilakukan di RS Kaltim Prima Coal, Balikpapan. Yang menanganinya adalah tiga dokter spesialis dari Australia.Pada 29 Mei nanti Rika bersama ibu dan dua pendamping dari LKTS akan berangkat dengan penerbangan dari Yogyakarta menuju Balikpapan. Pihak LKTS mengaku telah melakukan kontak dengan sejumlah lembaga donor untuk kepentingan operasi terhadap Rika tersebut."Seluruh biaya operasi dan obat digratiskan untuk pasien, biaya keberangkatan kami yang menanggung, sedangkan akomodasi selama di Balikpapan ditanggung oleh pihak rumah sakit," ujar Rafika Husniyati, koordinator LKTS.
(fay/)











































