Kondisi Merapi Belum Stabil

Kondisi Merapi Belum Stabil

- detikNews
Jumat, 26 Mei 2006 17:25 WIB
Sleman - Meski ada penurunan frekuensi luncuran awan panas, kondisi Gunung Merapi masih belum stabil. Luncuran awan panas yang lebih besar sewaktu-waktu dimungkinkan masih dapat muncul karena kondisi kubah lava yang masih labil.Hingga hari ini, Jumat (26/5/2006), Merapi terus mengeluarkan awan panas dan lava pijar yang dominan mengarah ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong. Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) tercatat 10 kali awan panas, 7 kali gempa fase banyak dan dan 80 kali gempa guguran.Menurut Kepala Kepala Seksi Gunung Merapi BPTTK Yogyakarta, Subandriyo, awan panas yang teramati dari Pos Kaliurang, Sleman, tercatat sebanyak 5 kali yang mengarah ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur 2 km. Sebanyak 2 kali awan panas mengarah ke hulu Kali Gendol dengan jarak maksimum 1 km.Guguran lava pijar yang teramati terjadi sebanyak 53 kali yang sebagian besar masuk ke hulu Kali Krasak dan Boyong. Sebanyak 27 kali guguran lava pijar mengarah ke Kali gendol dengan jarak luncur sekitar 1 km.Dia mengatakan sampai saat ini Merapi masih belum stabil sehingga status masih tetap dipertahankan "Awas". Kalaupun terjadi penurunan frekeunsi guguran lava pijar maupun awan panas pada jam yang sama belum bisa menjadi patokan terjadi penururan."Aktivitas Merapi masih tinggi, sampai saat ini luncuran awan panas dan lava pijar masih sering terjadi," katanya.Menurut dia, tingginya gempa guguran setiap hari menunjukkan bila kondisi kubah baru belum stabil. Kubah baru itu masih berpotensi akan runtuh sehingga kemunculan awan panas masih terjadi."Dalam waktu satu hari selama 24 jam gempa guguran masih mencapai 371 kali dan Kamis kemarin mencapai 312 kali. Itu berarti masih tinggi," jelas Subandriyo.Sementara itu berdasarkan pantauan detikcom luncuran lava pijar yang mengarah ke hulu Kali Krasak dari Dusun Tlatar, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Sleman, masih terus terjadi setiap saat. Lava pijar tidak bisa teramati dengan jelas karena di puncak diselimuti kabut tipis. Sedangkan asap sulfatara warna putih tebal dengan tekanan sedang mencapai ketinggian 1.200 meter. (fay/)


Berita Terkait