Astaga! Bapak Perkosa Anak Tiri dan Anak Kandung

Astaga! Bapak Perkosa Anak Tiri dan Anak Kandung

- detikNews
Jumat, 26 Mei 2006 16:20 WIB
Pekanbaru - Biadab! Umpatan ini yang pantas ditujukan pada Nazib (37). Pemulung ini tega memperkosa anak tirinya hingga hamil lima bulan. Tak puas dengan anak tiri, ayah bejat ini juga menggagahi anak kandungnya yang berusia 6 tahun. Astaga!Kini pria berkulit hitam itu meringkuk di sel Mapolsek Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, terpaut 40 km arah utara Pekanbaru. Dia harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang tidak manusiawi itu."Tersangka kita ancam dengan pasal berlapis, baik KUHP juga UU Perlindungan Anak," kata Kapolsek Mandau AKP Azwar kepada wartawan, Jumat (26/5/2006).Korban pemerkosaan adalah Ratna Yulia (13), anak tiri Nazib dari istrinya, Asnita (35). Dari sejumlah pengakuan tersangka, pemerkosaan ini masih terkait ketidakharmonisan dalam rumah tangganya. Himpitan ekonomi selalu menjadi dasar pertengkaran mereka.Dari sanalah Nazib melampiaskan kekesalan pada istrinya dengan cara memperkosa anak tirinya. Nazib mengaku pertengkaran dengan istrinya membutuhkan semacam pelampiasan sehingga harus memperkosa anak tirinya.Tapi alasan Nazib agaknya tidak bisa diterima begitu saja. Sebab, hal yang sama juga dilakukan tersangka kepada anak kandungnya sendiri, Sri Hartati, yang masih berusia enam tahun.Lantas kapan pemerkosaan itu dilakukan Nazib? Soal tanggal dan bulannya, memang dia sudah tidak ingat lagi. Tapi ia memastikan, kejadiannya sekitar pertengahan tahun 2004 silam. Artinya, waktu itu Ratna masih berusia 11 tahun. Pelampiasan nafsu setan dilakukan pertama kalinya di sekitar tempat pembuangan sampah.Ratna, gadis yang tak pernah mencicipi bangku sekolahan, saban hari membantu ayah tirinya bersama-sama menjadi pemulung. Memulung bersama membuat sang ayah tiri khilaf. Dua tahun silam itu, Ratna diperkosa di salah satu tempat pembuangan sampah di sekitar kota Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau.Perbuatan sang bapak tidak bisa ditolak Ratna. Nazib mengancamnya dengan sebilah pisau. Bila gadis lugu menolak keinginan bapak tirinya, maka dia akan dibunuh.Usai melampiaskan syahwatnya, Nazib juga meminta pada anaknya agar tidak menceritakan pada ibunya. "Kalau saya menceritakan, bapak juga akan membunuh saya," tutur Ratna di Mapolsek Mandau.Dikasih hati, eh minta jantung. Begitulah bapak tak bermoral ini. Sekali dilayani anak tirinya, rupanya menjadi ketagihan. Setiap ada kesempatan, selalu saja Ratna diminta untuk melayaninya.Secara diam-diam, Nazib meminta dilayani di rumah kontrakannya di pinggiran kota Duri. Ini dilakukan bila istrinya tengah bekerja sebagai tukang cuci di rumah tetangganya. Namun seperti kata pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga.Pada akhir Februari 2006 lalu, sang istri, Asnita, sekitar pukul 15.00 WIB sore mendadak pulang ke rumah. Biasanya pada waktu itu rumah sepi, karena Ratna dan Sri Hartati, anak kedua dari buah perkawinan dengan Nazib, sedang memulung.Alhasil, alangkah kagetnya dia melihat di kamarnya Ratna tengah melayani nafsu suaminya. Kenyataan pahit di depan mata, membuat Asnita marah sejadi-jadinya. Kepergoknya perbuatan itu mengungkap semua tabir yang pernah terjadi selama ini.Dari sanalah Ratna mengaku pada ibunya kalau perbuatan di dalam kamar tadi sudah sering dia lakukan ketika tengah memulung. Masih cerita Ratna pada ibunya, kadang ketika bapak tirinya memperkosa di sekitar tempat sampah, tidak segan-segan menyuruh Sri yang masih ingusan untuk menyaksikan adegan mereka.Malah kadang, bila datang gila sang bapak, sambil memperkosa Ratna, Nazib juga mengajak Sri untuk menyaksikan dari jarak dekat. Sambil memperkosa anak tirinya, tersangka juga menjamahi alat vital Sri yang tak lain anak kandungnya sendiri."Tapi Sri belum pernah diperkosa bapak. Adik Sri hanya dipegang-pegang saja anunya," terang Ratna.Dari cerita Ratna inilah akhirnya sang ibu melarikan diri ke Pekanbaru. Asnita sendiri sempat diancam suminya agar tidak melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Di Pekanbaru, Asnita membeberkan semua perbuatan suaminya pada keluargnya. Dia juga menceritakan apa yang dialami Ratna pada suami pertamanya.Keluarga Asnita dan suami pertamanya tak bisa menerima kenyataan pahit itu. Mereka pun melaporkan perbuatan Nazib ke pihak Polsek Mandau. Akhir pekan lalu, pihak kepolisian berhasil meringkus tersangka tanpa perlawanan.Di hadapan petugas, Nazib mengaku menyesal atas pebuatannya. "Saya siap menerima segala risikonya," kata bandit ini lirih. (fay/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads