Tentara Aussie Ditambah di Dili, Aktivis LSM Kecewa
Jumat, 26 Mei 2006 15:50 WIB
Kupang - Australia menambah 300 personel militernya ke Dili. Aktivis LSM menyatakan kecewa dengan keputusan pemerintah Timor Leste, yang menggunakan tentara asing untuk mengendalikan keamanan menyusul konflik bersenjata.Gelombang kedua tentara Australia tiba Jumat (26/5/2006) pukul 11.00 waktu Dili dengan misi melucuti senjata para pemberontak. Sehari sebelumnya, 150 personel tentara Australia tiba di Dili dan langsung mengamankan Bandara Internasional Comoro untuk mendukung pendaratan tentara asing utusan PBB di negara itu.Sebanyak 450 tentara Australia sudah tiba di Dili dari rencana 1.300 personel bantuan. Situasi keamanan di Kota Dili hingga Jumat siang berangsur normal. Meski demikian sempat terdengar bunyi tembakan di sekitar Istana Presiden Xanana Gusmao.Ratusan tentara nasional Timor Leste (FDTL) yang sejak tiga hari lalu terlibat pertempuran hebat, telah kembali ke barak mereka. Sementara para pemberontak telah bergeser ke markas mereka di pegunungan Aileu dan Aimere di selatan Dili.Meskipun situasi semakin terkendali, langkah pemerintah Timor Leste untuk menggunakan pasukan asing menuai kecaman LSM. "Kredibilitas pemerintah di mata internasional hancur, membuat masyarakat Timor Leste kehilangan kepercayaan," kata seorang aktivis LSM yang enggan disebut namanya saat dihubungi detikcom.Berbeda dengan reaksi LSM, warga Dili menyambut baik kedatangan tentara negeri kangguru ini. Masyarakat mengelu-elukan tentara Australia."Mungkin mereka senang karena tentara asing dapat membantu memulihkan keamanan," ujar Antonius Suratno, WNI yang tinggal di Kampung Alor, Dili, kepada detikcom melalui telepon.Informasi yang diperoleh detikcom menyebutkan ribuan warga sipil bersenjata parang dan golok masih berjaga-jaga di pusat kota. Konflik bersenjata yang berlangsung selama empat hari terakhir menewaskan sedikitnya 21 orang.Mereka terdiri dari 9 polisi nasional Timor Leste dan selebihnya anggota FDTL pro pemerintah dan masyarakat sipil. Ratusan rumah penduduk, pertokoan, dan gedung pemerintah ikut hangus terbakar dalam konflik ini.
(fay/)











































