ADVERTISEMENT

Polisi Ungkap Pengakuan Kepala HRD Perampok Bank soal Utang Rp 5 M

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 09 Apr 2022 16:46 WIB
Tampang pegawai bank tersangka perampokan bank di Jaksel
Tampang pegawai bank tersangka perampokan bank di Jaksel (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kepala HRD bank swasta inisial BS (43) ditangkap setelah merampok Bank BJB Cabang Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, akibat terlilit utang Rp 5 miliar. BS mengaku utang itu untuk mengembangkan usahanya.

"Jadi dia minjam buat pengembangan usaha, dia mau buat besar tempat cuci mobil sama peternakan ayam," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit saat dihubungi, Sabtu (9/4/2022).

Aksi percobaan perampokan BS terjadi pada Selasa (5/4) siang. Namun tindakan itu digagalkan satpam bank.

Polisi belum membeberkan lokasi bisnis pelaku. Ridwan mengatakan pihaknya saat ini masih mencari bukti petunjuk lain untuk mencocokkan tiap kesaksian yang dilontarkan pelaku saat diperiksa penyidik.

"Itu sebatas dia kasih keterangan. Kan kita harus buktikan, makanya kemarin kita geledah (rumah pelaku). Bertahap ini investigasinya untuk kita sinkronkan keterangan orang ini," jelas Ridwan.

Rumah BS Digeledah

Polisi telah menggeledah rumah BS (43), pelaku perampokan bank pelat merah di Cilandak, Jakarta Selatan. Penggeledahan itu untuk memastikan tiap keterangan yang diberikan oleh pelaku saat diperiksa penyidik.

"Penggeledahan itu kan kita hasil pemeriksaan dengan tersangka, itu kan dari keterangan dia kita buktikan, kita lengkapi dengan lakukan penggeledahan. Dengan penggeledahan itu untuk memastikan apakah ada hal-hal yang harus diamankan atau tidak terkait dengan tindak pidana yang dilakukan," kata Ridwan.

Penggeledahan di rumah BS dilakukan pada Jumat (8/4) siang. Rumah BS yang digeledah diketahui berada di daerah Tangerang Selatan.

Menurut Ridwan, sejauh ini belum ditemukan adanya hal-hal yang disembunyikan BS di rumahnya. Barang-barang dari BS di rumah tersebut belum ada yang disita.

"Di sana tujuan kita geledah itu untuk memastikan apakah ada hal-hal lain yang selama ini dia sembunyikan. Tapi temuan kemarin belum ada ke arah sana. Barang yang disita belum ada," ujar Ridwan.

Sejauh ini polisi menyebut BS sebagai pelaku tunggal dari kasus perampokan bank tersebut. Namun polisi masih menyelidiki dugaan ada sosok lain yang terlibat dalam kasus itu.

"(Pelaku) masih tunggal. Kita belum tahu kan yang kayak gini menarik nih. Bisa saja ada orang-orang lain," tutur Ridwan.

Sebelumnya, BS ditangkap atas percobaan perampokan Bank BJB di Cilandak, Jakarta Selatan. Pria yang mengaku bekerja di bank swasta ini mengaku nekat merampok lantaran terlilit utang.

"Dia utang di mana-mana, dia utang semuanya Rp 5 miliar. Tapi utangnya beda-beda orang. Dia ada pinjam ke 12 orang," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit saat dihubungi, Kamis (7/4).

Saksikan juga: Kisah CEO Mahdi, Ada Kemuliaan di Bisnis Minuman Kekinian

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT