Hasyim Sentil Gus Dur & FPI
Jumat, 26 Mei 2006 12:25 WIB
Surabaya - Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi meminta massa Gus Dur dan massa FPI untuk saling menahan diri terkait peristiwa pengusiran Gus Dur oleh FPI dkk di Purwakarta pada 23 Mei lalu. Tak lupa, Hasyim juga mengkritik Gus Dur dan FPI."FPI kalau nggak cocok dengan orang, sebaiknya menempuh jalur hukum saja, jangan menggerakkan orang atau massa dan jangan mengambil alih tugas dan hak-hak aparat," komentar Hasyim di sela-sela peresmian Masjid Khadijah di Kompleks Khadijah, Wonokromo, Surabaya, Jumat (26/5/2006).Seruan Hasyim itu tidak tidak menyangkut kasus Gus Dur di Purwakarta saja, tapi juga menyangkut kekerasan terhadap gereja, Ahmadiyah dan demo-demo lainnya. "Untuk itu saya minta pressure group yang berkarakter agama jangan melakukan kekerasan," pinta Hasyim. Hasyim juga menyentil Gus Dur. "Kita juga mengimbau statemen-statemen misalnya dari Gus Dur dibatasi sehingga tidak menimbulkan rangsangan orang lain untuk fight back Gus Dur. Tapi itu sulit karena memang masalah atau konflik itu bagian dari Gus Dur," ujar Hasyim.Sebagai orang nomor satu di NU, Hasyim meminta agar warga nahdliyin tenang-tenang saja. "Karena orang yang berkonflik ini semuanya adalah konflik kepentingan, bukan konflik antarumat. Jadi umat di bawah tidak perlu masuk ke konflik itu," ungkap pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam, Malang, Jawa Timur, ini.Menurutnya, jika massa Gus Dur dan FPI bisa menahan diri, masalah ini akan selesai dengan sendirinya atau akan tertutup dengan masalah-masalah lain yang ada di Indonesia. Insiden Purwakarta terjadi ketika FPI dkk memprotes acara Dialog Lintas Etnis dan Agama yang dihadiri Gus Dur. Mereka meminta acara dibubarkan. FPI mendatangi acara Gus Dur karena dianggap melukai hati umat Islam.
(nrl/)











































