Bawa Buket Bunga, Suciwati dkk Ditolak Jenguk Soeharto
Jumat, 26 Mei 2006 11:41 WIB
Jakarta - Istri (alm) Munir, Suciwati, dan keluarga korban kekerasan politik dan HAM Orde Baru (Orba) ditolak menjenguk mantan presiden Soeharto di RS Pusat Pertamina. Alasannya, 30 orang ini belum berkordinasi dengan pihak RSPP dan keluarga Cendana.Sebanyak 30 penjenguk Soeharto ini adalah gabungan dari keluarga Munir, korban Semanggi I dan II, keluarga korban 1965, keluarga korban Mei 1998, korban 27 Juli, korban Tanjung Priok, dan keluarga korban penculikan. Kebanyakan dari mereka datang berpakaian hitam."Tadi kita sudah sampai di lantai 5, ketika tahu kami ini korban kekerasan politik dan HAM Orba, maka kami tidak diperbolehkan masuk," kata ketua rombongan, Sumarsih, yang juga ibunda Bernardus Realinus Nurma Irmawan (Wawan), korban Semanggi I, di RSPP, Jl Kiai Maja, Jakarta, Jumat (26/5/2006) pukul 10.30 WIB.Yang melarang mereka masuk adalah pihak keamanan RSPP dan keamanan keluarga Soeharto. Meski demikian mereka masih diizinkan mengisi buku tamu. Sumarsih yang juga didampingi istri almarhum Munir, Suciwati, menitipkan dua tangkai mawar merah bertuliskan "Korban Kekerasan Politik Orba" kepada penjaga.Rombongan ini juga membawa karangan bunga berdiameter 50 cm dengan tingi 150 cm. Bunga ini bertuliskan "Keluarga Korban Pelanggaran HAM Berdoa Semoga Lekas Sembuh dan Menuntut Soeharto Lekas Diadili". Karena mereka gagal menjenguk, karangan bunga ini pun hanya mampir sampai lobi RSPP.Menurut Sumarsih, kedatangan mereka ke RSPP juga sebagai bentuk upaya menegaskan kepastian sejarah dan hukum. Bagi keluarga korban Orba, Soeharto itu bersalah dan harus diadili.Kecewakah mereka karena gagal menjenguk Soeharto? "Saya sudah tahu (akan ditolak). Kan rakyat itu susah untuk menemui pejabat," tukas Sumarsih.
(fay/)











































