ADVERTISEMENT

Mahasiswa Bogor Tolak Presiden 3 Periode-BBM Naik, Tutup Jalan Arah Istana

M Sholihin - detikNews
Jumat, 08 Apr 2022 16:09 WIB
Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Bogor demo menolak masa jabatan presiden 3 periode, kelangkaan minyak goreng, serta kenaikan harga BBM. (M Sholihin/detikcom)
Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Bogor demo menolak masa jabatan presiden 3 periode, kelangkaan minyak goreng, serta kenaikan harga BBM. (M Sholihin/detikcom)
Bogor -

Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Bogor, Jawa Barat (Jabar), menggelar unjuk rasa menolak masa jabatan presiden 3 periode, kelangkaan minyak goreng, serta kenaikan harga BBM. Mahasiswa melakukan long march menuju Istana Bogor hingga menutup Jalan Otista-Jalan Ir Juanda, Kota Bogor.

Pantau detikcom, Jumat (8/4/2022), ratusan mahasiswa menggunakan berbagai jas almamater kampus memenuhi kawasan Tugu Kujang di Jalan Pajajaran, Kota Bogor. Setelah sempat berkumpul di Tugu Kujang, mahasiswa kemudian melakukan long march melalui Jalan Otista menuju Istana Bogor.

Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Bogor demo menolak masa jabatan presiden 3 periode, kelangkaan minyak goreng, serta kenaikan harga BBM. (M Sholihin/detikcom)Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Bogor berdemo menolak masa jabatan presiden 3 periode, kelangkaan minyak goreng, serta kenaikan harga BBM. (M Sholihin/detikcom)

Dalam aksinya, mahasiswa membentangkan sejumlah spanduk dengan berbagai tulisan, di antaranya 'Bogor Menggugat Istana Geruduk Istana Bogor', 'Tolak 3 Periode', 'Turunkan Harga BBM', serta spanduk bertulisan 'Mendag Mundur'.

Aksi mahasiswa mengakibatkan arus lalu lintas di sepanjang Jalan Pajajaran, Jalan Otista, menuju Istana Bogor macet parah.

Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Bogor demo menolak masa jabatan presiden 3 periode, kelangkaan minyak goreng, serta kenaikan harga BBM. (M Sholihin/detikcom)Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Bogor berdemo menolak masa jabatan presiden 3 periode, kelangkaan minyak goreng, serta kenaikan harga BBM. (M Sholihin/detikcom)

Sebanyak 800 personel gabungan dari Polri dan TNI saat ini bersiaga mengamankan jalannya unjuk rasa mahasiswa.

"Ya mereka memberitahukan (rencana unjuk rasa). Kita tidak memberikan izin. Karena masih di level 2. Tapi tetap kita harus mengamankan supaya nanti tidak ada disusupin orang dan sebagainya," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro ditemui di lokasi unjuk rasa.

Simak juga video 'Aktivis '98 Unpad Tolak Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Presiden':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT