Kandidat Hoegeng Awards 2022

Kesaksian soal Bripka Chandra Nyambi Ngajar SD, Jadi Guru Favorit

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 08 Apr 2022 14:23 WIB
Bripka Chandra mengajari anak-anak SDN Kepayang, Muba, Sumsel.
Anggota Polairud Polda Sumsel, Bripka Chandra, menjadi guru pembantu di SDN Kepayang, Muba, Sumsel. (Foto: dok. Istimewa)
Musi Banyuasin -

Bripka Chandra bukan sekadar sosok personel Polisi Air dan Udara (Airud) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) di mata murid dan guru SDN Kepayang, Bayung Lencir, Musi Banyuasin (Muba). Lebih dari itu, Bripka Chandra dinilai sebagai teladan para guru di sekolah dasar tersebut.

Bripka Chandra diusulkan oleh sejumlah pembaca detikcom sebagai kandidat penerima Hoegeng Awards 2022, salah satunya guru kelas II SDN Kepayang, Tita Rosita (33). Usulan disampaikan lewat formulir online di tautan https://dtk.id/hoegengawards. Berikut gambaran singkat Tita soal Bripka Chandra:

Bripka Chandra adalah sosok seorang yang sangat baik di sekolah kami. Beliau rela membantu kami dalam mendidik anak-anak. Pengorbanan beliau tidak bisa kami balas dengan apa pun. Semoga beliau sukses dan selalu diberkati oleh Allah SWT. Amin.

Tita mengatakan Pak Chan, sapaan akrab Bripka Chandra di SDN Kepayang, merupakan polisi pertama yang terlibat kegiatan belajar-mengajar di sekolah tempat dia bekerja. Tita mengaku awalnya bingung saat Bripka Chandra pertama kali mendatangi sekolah.

"Saya (jadi guru di SDN Kepayang) sejak 2013, baru Pak Chan ini polisi yang ngajar di sekolah. Pertama ya kami segan dengan Pak Chan ini. Nah, ada polisi datang ke sekolah, kenapa, apalah salah kami ya. (Akhirnya) perkenalan dulu kan, dia pendiam, lama-lama kami ini bisalah saling memahami," kata Tita kepada detikcom, Jumat (8/4/2022).

[Daftarkan kandidat penerima Hoegeng Awards 2022 di sini!]

Tita menceritakan semula Pak Chan dibawa oleh kepala sekolahnya. Pak Chan dikenalkan sebagai guru pembantu. Meski sifatnya hanya guru pembantu, lanjut Tita, Pak Chan selalu ada di sekolah dan semangat masuk kelas.

"Kalau digaji atau tidak, itu (urusan) dengan kepala sekolah, saya nggak tahu. Dia (Pak Chan) guru pembantu. Dia masuk yang mana kelas yang kosong, dia mau masuk. Dimasukin dia semua dari (kelas) 1 sampai 6," ujar Tita.

"Kadang kami ini full gurunya, tapi dia ini kepengin ngajar, pengin masuk kelas. Kami suruh dia duluan masuk kelas, maulah dia nih. Kadang seminggu beberapa hari dia masuk asal dia nggak tugas atau nggak pulang Palembang,". imbuh Tita.

Tita menyebut Pak Chan mengajar di SDN Kepayang sejak April 2018. Karena harus melanjutkan sekolah, Pak Chan undur diri tahun lalu.

"Kami merasa kehilangan. Bagaimanalah bagi kami, kami anggap keluarga. Dia itu bagaimana ya, susah menggambarkan. Hari-hari gitu kan rela dia ngajari anak itu, apalagi anak-anak SD itu nakalnya minta ampun. Tapi dia dengan sabar menghadapinya," ungkap Tita.

[Daftarkan kandidat penerima Hoegeng Awards 2022 di sini!]

Bripka Chandra mengajari anak-anak SDN Kepayang, Muba, Sumsel.Bripka Chandra mengajari anak-anak SDN Kepayang, Muba, Sumsel. (Foto: dok. istimewa)

Tak hanya kerap memperlihatkan rasa sayang kepada murid-murid, Tita menuturkan Pak Chan peduli pada guru-guru di SDN Kepayang. Tita menilai Pak Chan tulus membantu sekolahnya menunaikan tugas mencerdaskan murid-murid SDN Kepayang.

"Dia ini kalau ada guru yang ultah, dia nih ajaklah rekan-rekan yang lain, 'Kita diam-diam saja, kasih kejutan'. Dua kali aku ulang tahun dirayainnya. Itulah sosoknya itu, mau bagi-bagi hadiah dengan anak-anak ini. Murid itu kalau diajar (Pak Chan) tidak ada yang namamya merasa takut, karena dekat semua (murid)-nya dengan Pak Chan itu," tutur Tita.

Tita menambahkan interaksi Pak Chan dengan murid tak hanya di dalam kelas, tapi juga di luar kelas. Dia mengatakan Pak Chan sering kali berkegiatan di luar jam pelajaran dengan para murid.

"Kan dia tuh kan polisi, biasanya kaku, anak-anak kan takut (biasanya sama polisi). Tapi ini nggak, digendongnya anak-anak kelas 1, kelas 2, sayang dia. Dengan anak-anak kelas tinggi, mau diajak main-main, main bola," tambah Tita.

Terakhir, Tita menggambarkan kesedihan kala Pak Chan meninggalkan sekolah. "Dia bilang ke kami, kami ini sebagai rekan guru harus sabar hadapi anak-anak yang nakal, anak yang ribut dan nakal. Sambil nangis dia waktu perpisahan, sambil kasih nasihat itu. berpelukan kami, sedih nian kami," ucap Tita.

Sementara itu, Bripka Chandra mengaku aktivitas mengajar di SDN Kepayang tak mengganggu tugas-tugas kepolisiannya. Dia mengatakan dalam sehari, dia hanya dua jam mengajar.

Bripka Chandra yang kini sedang menjalani pendidikan inspektur polisi di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) ini mengaku terpanggil memberi kontribusi untuk pendidikan di tiap wilayah dinasnya. Tak hanya di Kepayang, Bripka Chandra mengaku kerap mengunjungi sekolah saat berdinas sebelumnya di Palembang.

"Sebelum dinas di Kepayang, pada tahun 2014 sampai 2016 saya di kapal patroli wilayah Palembang, di setiap saya berpatroli saya berkunjung ke sekolah sekolah yang ada di pesisir Sungai Musi untuk memberikan motivasi kepada anak-anak agar selalu semangat bersekolah agar bisa menggapai cita-cita," jelas Chandra kepada detikcom saat dikonfirmasi terpisah.

"Menjadi guru pembantu (di SDN Kepayang) tidak mengganggu tupoksi saya. Saya membagi tugas sekitar jam 08.00 WIB sampai jam 10.00 WIB untuk melaksanakan tugas patroli menjaga harkamtibmas di wilayah perairan Desa Kepayang. Dan pada pukul 10.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB, saya datang ke sekolah SDN Kepayang untuk memberikan kegiatan belajar-mengajar. Setelah itu lanjut melaksanakan tugas-tugas kepolisian," pungkas Chandra.

Artikel ini adalah bagian dari rangkaian acara Hoegeng Awards 2022. Polisi yang diceritakan dalam artikel ini merupakan salah seorang yang diusulkan pembaca sebagai kandidat penerima Hoegeng Awards 2022. Pembaca detikcom bisa mengusulkan anggota polisi kandidat penerima Hoegeng Awards 2022 melalui link berikut ini: Hoegeng Awards 2022.

Bripka Chandra mengajar anak-anak di Desa Kepayang, Muba, Sumsel.Bripka Chandra mengajar anak-anak di Desa Kepayang, Muba, Sumsel. (dok. istimewa)
(aud/fjp)