ADVERTISEMENT

Masih Dirawat di RS, Pria Bunuh Istri-Anak di Serang Belum Diperiksa

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 08 Apr 2022 12:06 WIB
The dead womans body. Focus on hand
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/Artem_Furman)
Serang -

Pria sadis bernama Supriadi yang membunuh istri dan anaknya saat ini masih dirawat di rumah sakit RSDP Serang karena mencoba bunuh diri. Polisi masih kesulitan meminta keterangan karena pelaku menyayat tangan di bagian kiri setelah membunuh.

"Masih dirawat, makanya pelakunya belum bisa kasih keterangan. Dia nggak meninggal, tapi memang coba bunuh diri nyayat tangannya," kata Kasi Humas Polres Serang Iptu Dedi Djumhaedi kepada wartawan, Jumat (8/4/2022).

Polisi sempat membawa pelaku ke RS Hermina namun kemudian pindah ke RSDP Serang. Sementara itu, korban, yaitu Tumijem dan anaknya yang berusia 9 tahun, masih dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Banten.

"Jenazah di rumah sakit Polda, lagi diautopsi. Lukanya apa saja, belum. Itu mah nanti pihak dokter," paparnya.

Kasat Reskrim Polres Serang AKP Dedi Mirza sebelumnya membenarkan peristiwa pembunuhan tersebut. Pelaku saat ini sudah diamankan polisi.

"Iya, benar ada, korban dua, pelakunya diduga suaminya, korban istri dan anak umur 9 tahun," kata Dedi kepada detikcom.

Supriadi, yang membunuh istri dan anaknya di Desa Sentul, diketahui sempat mencoba bunuh diri namun gagal. Pelaku melukai tangannya.

"Rencana mau bunuh anaknya semua, terus bunuh diri," kata warga bernama Kamaludin kepada detikcom di depan kediaman korban di Kampung Baru, Kabupaten Serang, Jumat (8/4).

Dia membunuh istri dan anaknya yang masih kelas III SD. Anak pertama pelaku bernama Ilham selamat karena melarikan diri.

Pelaku sendiri dikenal warga yang baik dan ramah. Sehari-hari, keluarga ini berjualan bahan kain. "Ramah orangnya mah, pendiam," ujar warga bernama Dewi.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda, pembaca, yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Simak juga 'Pemuda di Tasik Curi HP, Aniaya Anak Tetangga Pakai Besi':

[Gambas:Video 20detik]



(bri/rfs)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT