Kisah Seniman Jalanan Rangkasbitung, 26 Tahun Rawat Yatim Piatu

Fathul Rizkoh - detikNews
Jumat, 08 Apr 2022 10:25 WIB
Suasana pengajian bersama anak yatim di kediaman Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Rangkabitung, Kabupaten Lebak. (Foto: Fathul Rizkoh/detikcom)
Suasana pengajian bersama anak yatim di kediaman Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Rangkabitung, Kabupaten Lebak. (Foto: Fathul Rizkoh/detikcom)
Rangkasbitung -

Di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, seniman yang tergabung di Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) selama 26 tahun konsisten menyebar kebaikan. Mulai dari merawat anak jalanan, yatim piatu, hingga rutin pengajian.

"Banyak yang bilang KPJ yayasan anak yatim, padahal bukan sebenarnya. Mereka hanya anggota pengajian yang rutin diselenggarakan malam Jumat dan malam Sabtu," kata Ketua KPJ Rangkabitung, Ahmad Lugas Kusnadi, kepada detikcom, Jumat (8/4/2022).

Ugas, sapaan akrabnya, mengklaim telah merawat dan membina sebanyak 500 anak jalanan maupun anak yatim. Anak-anak tersebut disekolahkan dan diberi bekal untuk berdagang. Sekarang, ratusan anak tersebut ada yang sudah bekerja di kantoran, mempunyai usaha sendiri hingga ada yang melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

Suasana pengajian bersama anak yatim di kediaman Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Rangkabitung, Kabupaten Lebak. (Foto: Fathul Rizkoh/detikcom)Suasana pengajian bersama anak yatim di kediaman Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Rangkabitung, Kabupaten Lebak. (Foto: Fathul Rizkoh/detikcom)

Alasan KPJ melakukan semua ini, kata Ugas tidak lain karena pengalaman pribadi dan kelompoknya menjalani kehidupan di jalanan. Dia bahkan selalu meminta kepada anak-anak dan seluruh anggotanya untuk tidak mengamen kembali.

"Bukan mengamen itu nggak baik, saya pelakunya, saya juga dulu mengamen. Tapi, mengamen bisa membuat kita terlena karena hari ini ngamen dapat uang dibelanjakan habis. Besok begitu lagi, maka alangkah lebih baik jika kita berdagang," tuturnya.

Ugas mengaku, tidak mudah merawat anak jalanan. Pendekatanlah cara yang dia gunakan kepada anak-anak agar bisa mengikuti arahannya.

Suasana pengajian bersama anak yatim di kediaman Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Rangkabitung, Kabupaten Lebak. (Foto: Fathul Rizkoh/detikcom)Ahmad Lugas Kusnadi (Foto: Fathul Rizkoh/detikcom)

Justru, lanjut Ugas, yang paling sulit diubah adalah prespektif masyarakat terhadap kelompoknya. Dia pun tidak mau ambil pusing dengan pandangan tersebut dan memilih terus menyebar kebaikan.

"Itu penilaian orang, biar kita telan saja. Kita mau mengubah mindset itu, walaupun selamanya nggak bakal mengubah mindset masyarakat terhadap kita, orang yang dianggap berantakan dan lain-lain. kita tunjukkan di kegiatan kita, kita bisa melakukan sepertinya ini (membina anak yatim dan jalanan), kamu pun harus bisa," pungkasnya.

Simak juga 'Melihat Proses Seniman Boyolali Melukis Wajah Menggunakan Ampas Kopi':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)