Dinkes Lebak Minta Warganya Waspada ISPA-DBD Saat Musim Pancaroba

Fathul Rizkoh - detikNews
Kamis, 07 Apr 2022 20:02 WIB
Banjir dan longsor yang melanda kawasan Lebak, Banten, di awal tahun 2020 merusak rumah warga. Hingga kini masih ada warga yang bertahan di tenda pengungsian.
Ilustrasi warga Kabupaten Lebak, Banten (Antara Foto/Muhammad Bagus Khoirunas)
Lebak -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Banten, meminta warga Lebak waspada saat memasuki musim peralihan dari hujan ke kemarau atau musim pancaroba. Sebab, saat pancaroba, berbagai penyakit bisa timbul, termasuk penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Di musim pancaroba ini, kita harus waspadai ISPA karena perubahan suhu udara yang secara tiba-tiba bisa saja memicu penyakit ini dengan gejala awal batuk dan pilek," kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan pada Dinkes Lebak, Firman Rahmatullah kepada wartawan, Kamis (7/4/2022).

"Memang saat ini yang terbanyak itu masih ISPA, cuma pas puasa ISPA bergeser ke saluran pencernaan. Di klinik-klinik banyak yang berobat karena keluhan gangguan pencernaan," tambahnya.

Selain itu, warga perlu mewaspadai penyakit DBD yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Sebab, kata dia, saat musim pancaroba perkembangan jentik nyamuk dapat lebih banyak dibanding biasanya.

"Dari data kita itu ada kategori DD (demam dengue), suspect DHF (dengue hemoragic fever), DSS (dengue syok syndrome) total dari Januari ada 189 kasus sampai sekarang, 4 di antaranya meninggal dunia," ucapnya.

Lebih lanjut, Firman mengimbau warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Dia juga meminta warga mengkonsumsi makanan yang bergizi dan mengikuti vaksinasi COVID-19, serta tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Kita ketahui sendiri pandemi COVID-19 ini masih belum berakhir, makanya kita imbau kepada warga Lebak untuk mengikuti vaksinasi booster guna meningkatkan herd immunity. Masyarakat juga harus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, karena jika lingkungan di sekitar kita kotor penuh sampah, tentunya itu akan mengundang berbagai penyakit," ujarnya.

Untuk diketahui, pada bulan Mei dan April menjadi musim peralihan dari hujan ke musim kemarau di Kabupaten Lebak, Banten. Bencana yang perlu diwaspadai pada peralihan musim ini adalah angin puting beliung dan tanah longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizky Pratama mengatakan dua bulan ke depan hujan masih akan terjadi. Intensitasnya diperkirakan akan tinggi dengan waktu yang relatif singkat.

"Banten akan lebih lambat memasuki musim kemarau dibandingkan daerah lainnya. Lebak sendiri kemungkinan musim kemarau di bulan Mei dan puncaknya bulan Agustus," kata Febby kepada awak media, Rabu (30/3).

(fas/fas)