Bima Arya Desak Pemerintah Pusat Gerak Cepat Atasi Kelangkaan Minyak Goreng

M Sholihin - detikNews
Kamis, 07 Apr 2022 15:55 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya
Foto: M Solihin/detikcom
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya mengecek depo minyak goreng di Kelurahan Kedungjaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Bima mendesak pemerintah bertindak cepat menangani kelangkaan minyak goreng.

Dalam kunjungannya, Bima sempat berbincang dengan warga yang tengah antre di depan loket pembelian. Bima kemudian dicurhati pedagang yang terpaksa menjual minyak goreng curah hingga Rp 17 ribu.

Bima sempat kaget mendengar jawaban pedagang karena menjual minyak goreng di atas harga eceran tertinggi (HET). Di mana pemerintah sudah menetapkan harga Rp 14.500.

"Ini kan kita dapat minyaknya cuma sedikit, cuma dua jeriken (sebelumnya bisa sampai 10 jeriken), antrenya kan lama juga, makan waktu seharian, dari malam sampai pagi, sampai siang baru dapat, jadi rugi waktu," sahut pedagang lainnya bernama Daulay, kata Bima, Kamis (7/4/2022).

Bima menyebut puluhan warga yang antre merupakan pedagang di warung kecil dan pelaku UMKM. Kelangkaan minyak goreng curah membuat pedagang eceran merugi. Dia berharap pemerintah bertindak cepat dan tegas untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng curah.

"Kita berusaha di daerah ini, di Kota (Bogor) memastikan distribusi berjalan dengan seadil-adilnya, supaya semuanya kebagian. Tapi tentu kita meminta agar pemerintah pusat bergerak lebih cepat dan lebih tegas untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng ini," sebut Bima.

Pemilik depo minyak goreng Gunarso Rusly mengatakan pasokan minyak goreng curah kini dibatasi oleh pihak pabrik. Jika sebelumnya bisa menyediakan di atas 60 ton sehari, kini dibatasi hanya 20-40 ton sehari.

"Kalau untuk pedagang warung kita kasih batasan 16 kilogram, 2 jeriken, 4 jeriken, tergantung juga. Kalau buat pedagang pasti kita batasi, karena harganya pasti dia up," ungkap Rusly.

"Tapi kalau untuk pemakai, pabrik kerupuk, tadi pabrik kembang goyang, rumah makan, pokoknya makanan gitu deh yang kecil-kecil, mau 10 jeriken saya kasih, karena dia supaya tetap ada penghasilannya. Kita batasi hanya untuk pedagang," sambungnya.

Lihat juga video 'Potret Warga Lumajang Antre Minyak Goreng Curah Hingga Menutupi Jalan':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)