Warga Paseban Jakpus Digemparkan Penemuan Mayat Pria Paruh Baya

ADVERTISEMENT

Warga Paseban Jakpus Digemparkan Penemuan Mayat Pria Paruh Baya

Anggi Muliawati - detikNews
Kamis, 07 Apr 2022 14:58 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi Garis Polisi (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Warga di Kecamatan Senen, Jakarta Pusat (Jakpus), digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria berinisial WK (60). Mayat korban telah dievakuasi dari rumahnya.

Pantauan detikcom, Kamis (7/4/2022), pukul 13.48 WIB, korban ditemukan di rumahnya di Jalan Kramat Sawah VII, RT 06 RW 07, Kelurahan Paseban, Senen, Jakpus. Di depan tempat kejadian perkara (TKP), tercium aroma tak sedap.

Terlihat di depan gerbang rumahnya terdapat tulisan 'rumah ini akan dijual'. Selain itu, ada mobil ambulans bersiaga di lokasi.

Sekretaris RT 06 RW 07 Kelurahan Paseban, Mokhammad Makhbudin, mengatakan kejadian berawal sekitar pukul 11.00 WIB tadi saat keluarga tak dapat menemukan korban. Kemudian warga pun mencium bau tak sedap di TKP.

"Pak Ferdi datang nyimpen bau, kemudian saat ada keluarganya, bilang kalau korban sudah 4 atau 5 hari nggak pulang," kata Makhbudin di lokasi.

Budi mengatakan warga lalu mengecek sumber aroma tersebut. Korban pria paruh baya tersebut ditemukan di dekat jemuran.

"Saya dipanggil untuk dobrak rumah warga, ditemukan di samping dapur, ada pembatas tembok, dekat jemuran, di lantai bawah," katanya.

Budi mengatakan korban tinggal seorang diri sejak awal pandemi COVID-19. Istri dan anak korban berada di Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut).

"Istrinya ada, tinggal di Kelapa Gading ikut anaknya, mungkin beliau nggak mau, maunya di sini aja gitu sendiri," katanya.

Budi mengatakan korban merupakan sosok yang supel. Korban merupakan pedagang peralatan bayi di Pasar Paseban.

"Pedagang pakaian dan perlengkapan bayi. Sampai sekarang sih orangnya supel, beliau sering main berinteraksi dengan warga," katanya.

Berdasarkan hasil olah TKP dan identifikasi, pihak kepolisian memastikan tidak ada bukti tindak kekerasan pada tubuh korban. Ia diduga bunuh diri.

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," kata Kapolsek Senen, Kompol Ari Susanto.

Ari mengatakan saat ini korban telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Dia menyebut korban memiliki penyakit liver dan maag akut.

"Berdasarkan keterangan istri, korban sudah lama menderita penyakit liver dan maag akut. Jenazah dibawa ke RSCM," katanya.

(jbr/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT