Pemerintah RI Larang Warganya Kunjungi Timor Leste

Pemerintah RI Larang Warganya Kunjungi Timor Leste

- detikNews
Kamis, 25 Mei 2006 22:14 WIB
Kupang - Menyusul memburuknya situasi keamanan di Timor Leste, pemerintah RI meminta warga negaranya untuk tidak berkunjung ke daerah konflik itu. Pemerintah menutup perbatasan RI-Timor Leste untuk sementara waktu."Ini bukan sekedar travel warning seperti biasanya. Tapi karena memang situasinya tidak aman, jadi lebih baik tidak ke sana," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam jumpa pers di kediaman pribadinya di Puri Cikeas, Bogor, Kamis (25/5/2006) malam.Hingga situasi benar-benar terkendali di perbatasan NTT-Timor Leste dinyatakan tertutup bagi pelintas batas. Perbatasan ditutup untuk dua arah, yakni dari daerah dari RI ke Timor Leste ataupun sebaliknya.Namun untuk kasus yang sifatnya emergency akan ada pengecualian. Itupun setelah di koordinasikan dengan pemerintah Timor Leste terlebih dulu. "Bila perbatasan tetap dibuka bagi pelintas batas bisa menimbulkan isu Indonesia terlibat dalam konflik. Padahal kita sangat menghormati kedaulatan Timor Leste," tegasnya."Saya tidak ingin Indonesia dirugikan dengan isu-isu tidak mendasar," kata SBY.Saat ini, kata SBY, pemerintah tengah mempersiapkan sarana untuk mengevakuasi WNI yang berada di Timor Leste. Sebuah herkules telah disiapkan di Kupang, demikian juga armada kapal yang bisa mengangkut WNI di sana."Jumlah WNI di Timor Leste berjumlah 3 ribu orang. Sebanyak 1500 orang ada di Dili dan 150 lainnya di pengungsian," urainya.Pemerintah RI menghormati keputusan pemerintah Timor Leste yang tidak meminta bantuan personel keamanan RI untuk membantu pemulihan keamanan di sana. "Keputusan itu adalah yang terbaik untuk semuanya. Saya mengerti, jika Indonesia tidak dimintakan bantuan karena bisa jadi menyulitkan posisi TNI dan Polri di sana. Karena belum tentu masyarakat Timor Leste menyambut baik kehadiran personel kita," ujarnya.Presiden berharap agar kehadiran personel militer dari Autralia, Selandia Baru, Malaysia dan Portugal bisa dengan cepat memulihkan kembali kemananan di sana. (mar/)


Berita Terkait