Seribu Petani Masih Bertahan di DPRD Lampung

Seribu Petani Masih Bertahan di DPRD Lampung

- detikNews
Kamis, 25 Mei 2006 20:13 WIB
Bandar Lampung - Ribuan petani plasma PT Bangun Nusa Indah Lampung (BNIL) sampai Kamis (25/5/2006) malam masih bertahan di Gedung DPRD Lampung. Mereka masih akan menginap di gedung rakyat itu. Salah seorang petani sempat dilarikan ke rumah sakit karena kelelahan.Para petani itu melakukan aksi menginap di gedung DPRD Lampung sejak Minggu (21/5/2006) lalu. Mereka bertekad tetap bertahan di gedung Dewan itu sebelum tuntutan mereka dipenuhi.Tuntutan para petani itu agar PT BNIL yang berlokasi di Kabupaten Way Kanan, Lampung, mengembalikan 4.000 hektar lahan sawit milik mereka yang kini dikuasai PT BNIL sebagai pihak pengelola atau inti perkebunan kelapa sawit di kabupaten Way Kanan itu.Menurut salah seorang juru bicara petani plasma itu, Achmadi, ribuan petani sepakat akan terus menginap di gedung DPRD Lampung sebelum tuntutan mereka terpenuhi.Siswanto (50), seorang pe4tani yang menginap saat ini harus dirawat inap di Rumah Sakit Bumi Waras, Bandarlampung, Lampung, karena kondisi tubuhnya lemah akibat sakit.Hingga hari ini, PT BNIL belum juga hadir memenuhi panggilan Komisi A DPRD Lampung. Hanya ada pertemuan wakil petani dengan aktivis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lampung, yang bersimpati mendukung perjuangan petani plasma itu.Tahun 1996 lalu, sekitar 2000 petani dari 11 desa di kabupaten Way Kanan yang memiliki lahan 4.000 hektare ini, sepakat membangun kemitraan dengan PT BNIL untuk perkebunan kelapa sawit. Sebagai biaya awal lahan mereka diagunkan ke bank oleh PT BNIL.Petani mulai mencicil kredit ke bank sejak sawit mereka mulai dipanen pada tahun keempat. Namun, selama 10 tahun berjalan petani mengaku tak pernah tahu bagaimana sistem pembayaran kredit yang dipotong dari hasil panen sawit mereka setiap bulan. Sedangkan pihak perusahaan dituding tidak transparan. Bahkan cicilan utang ke bank yang dalam hitungan petani tinggal Rp 6,5 juta malah naik menjadi Rp 16 juta. (mar/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads