Jubir Partai Ummat Pesimistis Keturunan PKI Bisa Jadi Prajurit TNI

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 06 Apr 2022 22:31 WIB
Pegiat media sosial Mustofa Nahrawardaya  (Bil-detik)
Mustofa Nahrawardaya (Ahmad Bil Wahid/detikcom)
Jakarta -

Panglima TNI Jenderal Andika membuat terobosan baru dengan memperbolehkan keturunan anggota PKI untuk mendaftar jadi anggota TNI. Meski begitu, keturunan PKI dinilai hanya bisa mendaftar TNI, namun tak bakal masuk.

Hal itu diutarakan oleh pegiat media sosial sekaligus Jubir Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya, dalam acara Adu Perspektif berkolaborasi dengan Total Politik yang disiarkan detikcom, Rabu (6/4).

"Saya kira itu hanya pendaftaran aja, nggak akan masuk," ujar Mustofa.

Mustofa mengatakan sejak dahulu sebetulnya memang tidak ada larangan anak-cucu anggota PKI untuk masuk TNI. Namun isu ini menjadi heboh karena Jenderal Andika mengunggahnya di media sosial.

"Itu menjadi heboh karena kebiasaan panglima hobi medsos, rapat-rapat di dalam internal itu dikeluarkan, kegiatan-kegiatan TNI yang seharusnya tertutup jadi terbuka," ucap Mustofa.

"Seandainya ini hanya di dalam rumah, tidak akan heboh. Kayak khotbah di masjid tidak dikeluarkan di media sosial, ia tidak akan ramai karena kebutuhan internal sebenarnya," lanjut Mustofa.

Mustofa menegaskan jika Jenderal Andika tidak narsis, maka isu ini tidak akan menjadi sorotan publik. "Kalau seandainya (Jenderal Andika) tidak narsis di media sosial, ia tidak akan heboh. Kan memang sejak kapan anak-cucu PKI dilarang masuk (daftar TNI)?" lanjutnya.


Eks Kepala BAIS: Sejak Dulu TNI Tak Tertutup bagi Anak PKI

Mantan Kepala Bais Laksamana Muda (Purn) Soleman Ponto menegaskan sejak dulu TNI tidak tertutup bagi keturunan anggota PKI.

"Jadi perlu saya tekankan sejak dahulu TNI tidak tertutup bagi anak PKI, tidak tertutup," ujar Soleman.

Kemudian, Soleman bicara terkait istilah 'bersih lingkungan' yang marak digunakan dahulu. Menurutnya, 'bersih lingkungan' ialah upaya mencari ada-tidaknya pengaruh ideologi PKI dalam suatu keluarga saat seleksi prajurit baru.

Sebelumnya, Jenderal TNI Andika Perkasa mengeluarkan kebijakan baru terkait seleksi penerimaan calon prajurit TNI. Jenderal Andika tak ingin anak keturunan anggota PKI dilarang ikut seleksi calon prajurit TNI.

"Yang lain saya kasih tahu, nih. Tap MPRS Nomor 25/1966. Satu, menyatakan PKI sebagai organisasi terlarang. Tidak ada kata-kata underbow (organisasi sayap) segala macam," katanya dalam rekaman video rapat penerimaan prajurit TNI yang diunggah di kanal YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa.

"Menyatakan komunisme, Leninisme, Marxisme sebagai ajaran terlarang. Itu isinya. Ini adalah dasar hukum, ini legal ini," tambah dia.

(isa/zak)