ADVERTISEMENT

Terbongkar Dugaan Penimbunan 11 Ton Solar di Jakbar

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 06 Apr 2022 22:05 WIB
Kodim 0503 Jakarta Barat menggerebek TPA diduga tempat penimbunan solar di Kembangan, Rabu (30/3/2022).
Kodim 0503 Jakarta Barat menggerebek TPA diduga tempat penimbunan solar di Kembangan. (Dok. Kodim Jakbar)
Jakarta -

Kodim 0503 Jakbar menggerebek tempat pembuangan akhir (TPA) di Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar). TPA tersebut dijadikan tempat penimbunan belasan ton solar.

Penggerebekan itu dilakukan pada Rabu (30/3). Penggerebekan itu berawal dari temuan petugas Babinsa di lapangan tentang adanya praktik penimbunan solar.

1 Orang Diamankan

Dari penggerebekan tersebut, petugas menangkap satu orang bernama Aming sebagai bos penimbun beserta tiga mobil boks dan dua mobil tangki yang dipakai untuk menimbun.

Modus operasi yang dilakukan Aming ialah membeli solar ke setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Jakbar. Solar itu kemudian ditimbun ke mobil tangki dan mobil boks yang sudah disiapkan.

Nantinya, solar tersebut dijual kepada pihak proyek untuk bahan bakar alat berat. "Mereka jual bisa Rp 9.000 per liter kepada para pihak proyek tersebut," kata Komandan Distrik Militer 0503 Jakbar, Letkol Kav I Made Maha Yudhiksa.


4 Saksi Diperiksa

Polisi turun tangan menyelidiki kasus ini. Polres Metro Jakbar memeriksa empat saksi terkait kasus tersebut.

"Sudah empat saksi, satu saksi ahli dan tiga saksi di TKP," kata Kasat Reskrim Polresta Metro Jakarta Barat AKBP Joko Dwi Harsono, seperti dilansir Antara, Selasa (5/4/2022).

Empat saksi yang diperiksa di antaranya tiga orang di lokasi penggerebekan lahan yang diduga tempat penimbunan solar dan satu ahli yakni pihak BPH Migas.

Dia menambahkan, satu di antara tiga orang yang diperiksa merupakan anggota Kodim yang berada di lokasi penggerebekan tersebut.

Joko pun belum bisa menjelaskan hasil pemeriksaan dari para saksi tersebut. Namun dia memastikan proses penyelidikan kasus akan berjalan dengan profesional dan sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang berlaku.

(isa/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT