Riau Pemadaman Bergilir Mei Hingga Agustus
Rabu, 24 Mei 2006 23:40 WIB
Pekanbaru - Akhir bulan Mei hingga Agustus 2006 mendatang, pihak PLN Cabang Riau akan mengambil kebijakan melakukan pemadaman bergilir keseluruh pelanggannya. Ini dilakukan karena ketidaklancaran pasokan daya listrik.Hal ini disampaikan Manager Teknik PLN Wilayah Riau M Togar Sidjabat kepada wartawan, Rabu (24/5/2006) di ruang kerjanya Jalan Setiabudi, Pekanbaru."Kebijakan ini sehubungan dua pembangkit listrik di Riau yakni PLTA Koto Panjang di Riau dan PLTA Ombilin di Sumatera Barat akan terganggu sistem operasional di musim kemarau nanti," ujar Togar.Ditambahkannya, ketika memasuki musim kering akan mempengaruhi debit air di kedua PLTA tersebut. Turunnya debit air dengan sendirinya akan mempengaruhi turunya daya listrik untuk kebutuhan pelanggan di Riau dan Kepulauan Riau."Kalau musim kemarau tiba, biasanya debit air akan turun hingga mendekati angka kritis," tandas Togar.Dengan demikian, maka daya listrik di Riau akan sangat terbatas. Karena keterbatasan daya listrik ini, maka akan dilakukan pemadaman bergilir selama 4 bulan. Jadwal pemadaman antara pukul 18.00 - 22.00 WIB," kata Togar.Selain ancaman musim kering nanti, dijelaskan Togar, kondisi kekurangan daya listrik di Riau diperparah lagi dengan kerusakan pembangkit listrik di PLTG Borang yakni jaringan koneksitas Sumatera Selatan. Diperkirakan kondisi defisit daya listrik Riau berkisar 50MW sampai dengan 250 MW."Memang PLTG Borang sudah dinyatakan normal untuk beroperasi. Namun, gangguan itu terjadi saat proses transmisi karena jaraknya yang cukup jauh dari Riau. Ini salah satu penyebabnya mengapa daya listrik kita tetap minim," tuturnya.Togar menjelaskan, PLN Cabang Riau memiliki dua daerah pelayanan yakni Riau dan Provinsi Kepri, terkecuali Batam. Kedua daerah ini PLN Riau harus memasok daya listrik untuk 567.837 pelanggan. Sedangkan kebutuhan daya listrik seluruhnya mencapai 214 MW per harinya."Untuk PLTA Koto Panjang memiliki kapasitas 114 MW dan Ombilin 120 MW. Sebenarnya kedua pembangkit ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan di Riau. Hanya saja, kondisi pembangkit itu sangat dipengaruhi musim kering dimana debit air berkurang," katanya.Sebenarnya di Riau juga sudah ada tambahan dua pembantu daya listrik yakni pembangkit pembantu di Kota Dumai dan PLTG Teluk Lembu di Pekanbaru. Permasalahannya, di Dumai masih terkait tingginya baiya kebutuhan solar. Sehingga yang seharusnya di Dumai mampu memasok listrik 11 MW kini hanya mampu 8 MW. "Untuk PLTG Teluk Lembu sendiri, sampai saat ini masih dalam proses penyelesaian dengan daya 20 MW," tambah Togar.
(wiq/)











































