PWNU DKI Kritik Menag soal Eks HTI-FPI: Tak Perlu Berhadap-hadapan

Wildan Noviansah - detikNews
Selasa, 05 Apr 2022 22:28 WIB
Diskusi Total Politik (Wildan-detikcom)
Diskusi Total Politik (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta Taufik Damas menyoroti pernyataan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor sekaligus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas soal hadapi eks FPI dan eks HTI. Dia menyebut yang perlu dikhawatirkan hanya HTI lantaran memiliki paham khilafah.

"Dikhawatirkan itu memang HTI, ideologi nya itu khilafah itu. Bahkan saya lebih tegas ini merusak ajaran islam, khilafahisme. Karena khilafahisme tidak ada dalilnya dalam Islam. Tidak ada kewajiban," kata Taufik dalam acara Total Politik di Perpustakaan Freedom, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/4/2022).

Namun Taufik menilai FPI berbeda dengan HTI. Dia menyebut bahwa pada dasarnya, FPI tidak berbahaya lantaran setia pada Pancasila dan NKRI.

"Kalau FPI itu tidak berbahaya, karena yang kita dengar FPI itu setia pada NKRI. Yang diwaspadai dan bertentangan ideologinya dengan Pancasila dan NKRI jelas HTI, bukan FPI. Kalau FPI ini benar, hampir sama dengan NU dalil, Maulid, Aswaja juga tapi agak berbeda," ujarnya.

Selain itu, Menag Yaqut dalam acara Konferensi Besar (Konbes) XXV GP Ansor di Kalimantan Selatan mengajak GP Ansor untuk menghadapi eks FPI dan eks HTI yang diduga masih bergerak.

Namun Taufik menilai kewaspadaan itu perlu asal dalam konteks mendidik orang. Menurutnya, cara pikir eks HTI dan eks FPI juga menjadi hak mereka.

"Kalau saya pribadi, kewaspadaan itu dalam konteks mendidik orang. Jadi tidak perlu kemudian berhadap-hadapan karena bagaimanapun cara berfikir orang tidak bisa dilarang," kata dia.

Simak pernyataan Menag di halaman berikutnya.