Keluarga Naek Minta Artis Lidya Pratiwi Dihukum Mati

Keluarga Naek Minta Artis Lidya Pratiwi Dihukum Mati

- detikNews
Rabu, 24 Mei 2006 18:11 WIB
Jakarta - Pembunuhan pengusaha muda Naek Gonggom Hutagalung (33) diduga sudah direncanakan, bukan sebatas perampokan dan penganiayaan. Keluarga pun minta artis Lidya Pratiwi dihukum mati.Demikian disampaikan tim kuasa hukum keluarga Naek Gonggom Hutagalung, Haposan Hutagalung, dalam jumpa pers di Hotel Hilton, Jakarta, Rabu (24/5/2006). Namun, tidak satu pun perwakilan keluarga Naek yang hadir dalam acara itu."Kalau kita lihat kejadiaanya, kasus ini dapat masuk ke dalam pasal 340 KUHP yaitu pembunuhan berencana dengan hukuman maksimal hukuman mati," kata Haposan.Menurut dia, Lidya dan kelurga telah menyiapkan alat-alat untuk membunuh Naek, seperti tali, penusuk es, menyewa kamar dan juga menyiapkan KTP palsu."Jelas semua ini sudah direncanakan. Nggak mungkin dengan tiba-tiba saja mereka menyiapkan semua itu. Pasti sudah direncanakan," ujarnya.Dalam kesempatan itu, Haposan meminta agar polisi bersikap profesional dan tidak terpengaruh pihak lain dalam menangani kasus ini."Kita bisa lihat di surat kabar dan polisi ada upaya agar kasus ini menjadi kasus perampokan dan penganiayaan," cetusnya tanpa merinci pihak yang dimaksud.Lidya dibekuk polisi pada Kamis (11/5/2006) lalu dan sekarang harus meringkuk di Rutan Polres Jakarta Utara. Selain Lidya, turut ditahan polisi adalah ibu Lidya yang bernama Vince Yusuf, paman Lidya bernama Tony Yusuf dan seorang satpam bernama Ade Sukardi.Keempat tersangka ini diduga membunuh Naek. Bahkan Lidya telah menunjuk Hotman Paris Hutapea sebagai kuasa hukumnya. Namun tidak lama kemudian, Hotman membantah dan mengundurkan diri.Naek yang juga seorang model ini dihabisi oleh komplotan tersebut di Putri Duyung Cottage, Ancol, Jakarta Utara, pada 28 April 2006.Mayat pria itu ditemukan dalam keadaan terikat dan ada bekas tusukan benda tajam di tubuh korban. Semula, mayatnya tidak diketahui identitasnya karena tak ada tanda pengenal di badannya. Setelah dibawa ke RSCM dan ada kerabatnya yang datang, akhirnya diketahui bahwa pria itu adalah Naek.Pembunuhan ini terjadi karena Tony Yusuf, paman Lidya, terlilit utang kepada seorang rentenir beberapa juta rupiah. Dia lalu berutang pada adiknya, Vince, yang juga ibu Lidya. Namun Vince tidak punya uang. Akhirnya muncullah ide untuk mengerjai seseorang. Korban yang diincar adalah Naek, pria perlente yang kebetulan ada hati pada Lidya yang cantik.Rencana pun disusun. Tony mengajak Ade, seorang kenalannya, untuk mengeksekusi korban. Tony lalu memesan kamar Tongkol 59 Putri Duyung Cottage, Ancol. Dia menggunakan KTP palsu atas nama Hasan bin Idris, warga Tebet, Jakarta Selatan.Lidya lalu mengundang Naek jalan-jalan berdua. Semula mereka kongkow di Plaza Senayan.Setelah malam tiba, mereka meluncur ke Putri Duyung Cottage. Setiba di kamar Tongkol 59, Naek langsung dilumpuhkan oleh Ade dan Tony yang sudah lama bersembunyi di kamar. Lidya berpura-pura tidak terlibat dalam komplotan itu.Ade dan Tony lalu merampas harta benda Naek, termasuk ATM setelah mengantongi nomor PIN korban. Hasil rampasan lalu diserahkan kepada Vince yang menjemput Lidya dengan taksi.Di tengah penganiayaan, Naek mencium bahwa Lidya terlibat dalam perampokan itu. Hal ini membuat Tony gusar. Takut nama beken keponakannya tercemar, dia pun mencabut pisau dan menancapkannya ke badan Naek. Naek pun tewas.Lidya termasuk artis pendatang baru yang laris dan sering nongol di layar kaca. Anak pasangan Vince Yusuf dan Heriyanto ini pernah main sinetron ABG, Ande-Ande Loemoet, Untung Ada Jinny, Ntong Abu Nawas, Arjuna Mencari Cinta, dan Selamat Ulang Tahun.Mahasiswi Universitas Moestopo Beragama ini juga pernah menjadi bintang iklan produk Oval Whitening, Torabika Mocca, dan Fren Mobile 8. (aan/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads