ADVERTISEMENT

PD Sindir Jokowi Beri BLT: Seolah Lebih Bisa dari SBY Saat Itu

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Selasa, 05 Apr 2022 12:13 WIB
Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani
Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Partai Demokrat menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang belakangan mengucurkan bantuan langsung tunai atau BLT minyak goreng. Demokrat atau PD mengungkit sikap Jokowi yang dulu justru mengkritik BLT era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Ini hanya menegaskan bahwa sejatinya beliau tak mengerti apa yang dikomentarinya. Apalagi saat itu (menjabat Gubernur DKI) sedang getol-getolnya pencitraan yang dilakukannya untuk menuju kursi presiden," kata Deputi Badan Pemenangan Pemilu PD Kamhar Lakumani kepada wartawan, Selasa (5/4/2022).

Kamhar menyebut kritik Jokowi tersebut sekadar membangun citra personalitasnya saat itu. Dia menduga kritik Jokowi terhadap program BLT semasa menjabat sebagai Gubernur DKI untuk membangun citra lebih baik ketimbang pemerintahan SBY.

"Kritik yang dilakukannya untuk membangun image 'seolah-olah' lebih bisa daripada pemerintahan Pak SBY pada masa itu," ujarnya.

"Akhirnya waktu yang kemudian membuktikan, jika dibandingkan dengan pemerintahan Pak SBY, rezim sekarang ini banyak mengalami kemunduran, tak hanya di bidang politik dan hukum, termasuk pula di bidang ekonomi," imbuh Kamhar.

Diketahui, Jokowi pernah menolak program bantuan tunai sebagai bentuk kompensasi penaikan harga BBM subsidi pada Juni 2013.

Lebih lanjut Kamhar menyoroti besaran utang yang membengkak di masa rezim Jokowi. "Yang 'meroket' hanya utang. Ini adalah rezim dengan jumlah utang terbesar sepanjang republik berdiri," katanya.

Kendati demikian, Kamhar mengapresiasi kebijakan program BLT yang dilakukan Jokowi. Menurutnya, program tersebut mampu membantu meringankan beban rakyat.

"Kami menghargai program BLT yang akan diadakan pemerintah untuk membantu meringankan beban rakyat yang bertubi-tubi datangnya di waktu yang bersamaan. Ini menjadi bukti hadirnya negara dalam bentuk respons yang bertanggung jawab dan punya hati," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi mengucurkan BLT imbas melonjaknya harga minyak goreng. Bantuan tersebut akan diberikan secara tunai pada April sebesar Rp 300 ribu kepada 20,5 juta keluarga miskin penerima Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta Program Keluarga Harapan (PKH).

Simak Video 'Jokowi Beri BLT Minyak Goreng Rp 300 Ribu':

[Gambas:Video 20detik]



(fca/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT