DMI soal Masjid di Sragen Dirobohkan: Harusnya Ada Perjanjian Bermeterai

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 05 Apr 2022 08:51 WIB
Sekjen DMI Imam Addaruqutni. (Foto: Dwi Andayani/detikcom)
Sekjen DMI Imam Addaruqutni (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Sebuah masjid di Dusun Kowang, Sragen, Jawa Tengah, dirobohkan warga setelah diberi janji palsu oleh donatur untuk membangun ulang. Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengatakan bahwa harus ada kejelasan pihak pemberi dana sebelum pembangunan dilakukan.

"Sebenarnya latar belakangnya tidak jelas banget itu. Mestinya siapa donatur itu. Mestinya dibicarakan mateng dulu, terus diputuskan, baru ditentukan dibangun atau hanya direnovasi," kata Sekjen DMI Imam Addaruquthni kepada wartawan, Senin (4/4/2022).

Imam menilai, sebelum dilakukan pembangunan ulang, harus ada perjanjian tertulis dengan pihak donatur. Perjanjian itu, kata dia, harus diperkuat dengan meterai.

"Dari awal sejak orang yang menjanjikan itu bicara harus dipastikan gimana caranya, misal tertulis bermeterai dan sebagainya," tutur dia.

Lebih lanjut, Imam mengatakan juga harus dipastikan mengenai renovasi atau dibangun ulang. Dia menyebut harus dipastikan juga nasib masjid itu sebelum dirobohkan untuk dibangun kembali.

"Renovasi atau bangun ulang harus dipastikan. Berapa dana yang disediakan, pastikan. Jaminan nasib masjid pastikan," sebut Imam.

Masjid Dirobohkan

Warga Dusun Kowang di Ngargotirto, Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah (Jateng), ramai-ramai merobohkan masjid kampung karena ditawari pembangunan ulang senilai Rp 1,3 miliar. Namun tawaran tersebut tak jelas kabarnya hingga saat ini.

Dilansir dari detikJateng, Senin (4/4), warga kampung sepakat merobohkan masjid pada Februari 2022. Sebelum merobohkan masjid, ada orang yang mengaku sebagai orang dekat 'dermawan' meminta masjid kampung dirobohkan saja dan diganti dengan bangunan baru, yang seluruh biayanya akan ditanggung.

Orang itu menyebut 'sang dermawan' menjanjikan pembangunan ulang masjid Rp 1,3 miliar. Namun, setelah masjid dirobohkan, uang pembangunan ulang itu tak pernah datang. Sosok yang mengaku sebagai orang dekat ini pun hanya bisa memberikan uang Rp 10 juta.

Simak juga Video: Ini Surat DMI Bertanda Tangan JK yang Dipalsukan Arief Rosyid

[Gambas:Video 20detik]




(lir/maa)