Korban Petrus Poso Ungkap Lagi Keterlibatan Perwira Polisi

Korban Petrus Poso Ungkap Lagi Keterlibatan Perwira Polisi

- detikNews
Rabu, 24 Mei 2006 16:14 WIB
Palu - Ivone Nathalia (18) dan Sitti Nuraini (18), dua siswi Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) yang menjadi korban penembakan misterius di Poso, Rabu(24/5/2006) kembali menyampaikan testimoni mengejutkan. Mereka menyebutkan bahwa salah seorang perwira menengah berpangkat komisaris polisi didugaterlibat dalam penembakan mereka.Pengakuan ini adalah untuk kedua kalinya mereka sampaikan kepada publik dalam sebuah konferensi pers yang digelar di kantor Yayasan Tanah Merdeka (YTM) Palu yang juga merupakan base Poso Center, salah satu lembaga advokasi kasus Poso. Sebelumnya, pengakuan mereka atas keterlibatan ILO, seorang bintara berpangkat brigadir dua polisi telah memaksa Komando Operasi Pemulihan Keamanan Sulawesi Tengah (Koopskam) Inspektur Jenderal Polisi Paulus Purwoko menggelar prarekonstruksi kasus penembakan yang terjadi pada Selasa (8/11/2005) silam.Hasil dari prarekonstruksi yang digelar di Poso pada 11 April 2006, akhirnya menyeret Bripda ILO sebagai tersangka penembakan yang nyaris menewaskan Ivone dan Nuraini itu. Nah, hari ini, kedua gadis itu kembali mengeluarkan testimoni. Mereka menuding seorang perwira polisi berpangkat kompol terlibat dalam penembakan atas mereka."Saat penembakan saya masih sadar dan berusaha lari bersembunyi. Saat itu di depan Gereja Pantekosta di Jalan Sam Ratulangi, Poso, tak jauh dari tempat saya ditembak, saya melihat perwira ini," ungkap Ivone.Ivone mengaku mengenal secara dekat komisaris itu. Makanya, ia kaget setelah melihat yang bersangkutan berada tak jauh di TKP penembakan. Ivone dan Nuraini ditembak oleh Bripda ILO di depan kosnya di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sintuwu, Poso Kota. Sejauh ini, Ivon dan Nuraini mengaku pernah diperiksa oleh Detasemen Khusus 88 Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia terkait hal itu. Bahkan Irjen Pol Paulus Purwoko yang juga Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri pernah bertemu empat mata dengan mereka terkait soal ini."Makanya, saya juga heran kenapa sampai kini dia belum diperiksa. Sementara hanya ILO sendiri yang sudah ditetapkan jadi tersangka," demikian Ivone.Pihak YTM sendiri yang sejak awal telah mengadvokasi kasus ini juga menyayangkan lambannya penangan perkara ini. Padahal sudah banyak saksi yang mengarah pada keterlibatan sejumlah oknum polisi. "Ada saksi yang mendengar perwira polisi itu melakukan hubungan telepon dengan seseorang, yang kami duga berusaha menghilangkan jejak pelaku," sebut Mahfud Masuara dari Poso Center."Saat itu, perwira tadi menyatakan, sampeyan (Anda) di mana, sampeyan di mana. Jangan lari ke kiri, banyak orang, jangan sampai masuk rumah orang," kata Mahfud enirukan suara percakapan telepon komisaris polisi tadi dengan seseorang yang diduga pelaku penembakan Ivone dan Nuraini. (nrl/)


Berita Terkait