Wawalkot Tepis Depok Kota Intoleran Versi Setara: Kita Rukun-rukun Saja

Dwi Rahmawati - detikNews
Senin, 04 Apr 2022 23:16 WIB
Wakil Wali Kota (Wawalkot) Depok Imam Budi Hartono (Dwi Rahmawati/detikcom)
Wakil Wali Kota (Wawalkot) Depok Imam Budi Hartono (Dwi Rahmawati/detikcom)
Depok -

Kota Depok menjadi kota yang mendapat skor toleransi paling rendah dalam laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2021 versi Setara Institute. Wakil Wali Kota (Wawalkot) Depok Imam Budi Hartono berharap hasil tersebut tak menjadi patokan untuk menilai suatu daerah.

"Bertahun-tahun nggak ada (intoleran), semuanya toleran di Kota Depok. Saya berharap semuanya tidak menjadikan ini sebuah patokan bahwa Depok tidak toleran. Kita hidup rukun-rukun saja," kata Imam Budi di Balai Kota Depok, Senin (4/4/2022).

Ia mengatakan setiap lembaga punya hak membuat survei. Namun Imam menyebut ada survei yang resmi dari pemerintah.

"Kalau masalah lembaga melakukan survei, ya, sah-sah saja. Tetapi hasilnya itu (juga) semua orang bisa buat," sambungnya.

Imam pun membandingkan dengan survei yang dilakukan pemerintah, terkhusus Kementerian Agama (Kemenag). Ia membandingkan jika Kemenag membuat survei kerukunan umat beragama baru sampai tingkat provinsi.

"Kemenag saja tidak bisa buat sampai kota dan kabupaten, baru tingkat provinsi. Ini apalagi (kurang-lebih) 90 kota/kabupaten dikerjakan sama 3 orang. Mereka menggunakan data sekunder sepertinya, tidak data primer," tuturnya.

Imam mengatakan meski survei bisa dilakukan siapa saja. Tetapi, kata dia, tujuannya memperkuat kerukunan bukan justru menjatuhkan suatu daerah atau membuat gelisah. Maka dari itu, diperlukan jalan solusi terhadap persoalan tersebut.

"Kalau misalnya dari lembaga tidak resmi terus membuat indikator yang menyudutkan suatu daerah, menurut saya tidak baik. Apalagi kalau hasilnya dipergunakan untuk mengadu domba, membuat gelisah masyarakat," kata Imam.

"Segala temuan yang ada itu, bukan dijadikan alasan untuk mereka menjelek-jelekkan sebuah kota. Tapi bagaimana mencari jalan keluar terhadap persoalan itu," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.