ADVERTISEMENT

Apa Itu Ngabuburit Ramadhan? Cek Penjelasannya di Sini

Kanya Anindita Mutiarasari - detikNews
Senin, 04 Apr 2022 17:35 WIB
Apa itu ngabuburit Ramadhan? Biasanya, ngabuburit dilakukan pada sore hari sambil menunggu waktu berbuka puasa. Berikut informasi tentang asal-usul ngabuburit.
Apa Itu Ngabuburit Ramadhan? Cek Jawabannya di Sini (Foto: Getty Images/pictafolio)
Jakarta -

Apa itu ngabuburit Ramadhan? Salah satu istilah yang tidak asing saat bulan puasa adalah ngabuburit. Biasanya, kegiatan ngabuburit dilakukan pada sore hari sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Lantas, dari mana asal istilah ngabuburit? Berikut ulasannya yang telah dirangkum oleh detikcom.

Apa Itu Ngabuburit Ramadhan? Berasal dari Bahasa Sunda

Melansir dari situs PMII IAIN Pontianak, ngabuburit berasal dari bahasa Sunda "ngalantung ngadagoan burit" yang artinya "bersantai menunggu di waktu sore". Sedangkan menurut situs Tamantirto, Kabupaten Bantul, ngabuburit dari berasal dari bahasa Sunda "burit" dengan makna sore atau menjelang magrib.

Apa Itu Ngabuburit Ramadhan? Tradisi Ngabuburit

Ngabuburit biasa dilakukan masyarakat muslim saat sore hari, sambil menunggu azan Magrib untuk berbuka puasa. Tradisi ngabuburit diisi dengan berbagai kegiatan sebagai berikut.

  • Jalan-jalan sore
  • Membuat makanan dan minuman untuk berbuka puasa di rumah
  • Membeli aneka makanan dan minuman (takjil)
  • Mengaji

Pejabat Dilarang Gelar Buka Puasa Bersama

Istilah ngabuburit sudah diinformasikan. Perlu diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang pejabat negara menggelar buka puasa dan open house pada Ramadan tahun ini.

"Untuk pejabat dan pegawai pemerintah kita masih melarang untuk melakukan buka puasa bersama dan juga open house," ucap Jokowi dalam siaran di YouTube Setpres, yang dikutip oleh detikcom, Senin (4/4/2022).

Meskipun demikian, Jokowi sudah memastikan bahwa tahun ini masyarakat kembali diizinkan melakukan kegiatan mudik Lebaran. Syaratnya, wajib sudah divaksin booster.

"Bagi masyarakat yang ingin melakukan mudik lebaran juga dipersilakan, juga diperbolehkan, dengan syarat sudah mendapatkan 2 kali vaksin dan 1 kali booster, serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat," katanya.

(kny/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT