Kapal Dirampok ABK Sendiri, Nakhoda Asal Taiwan Dibunuh
Rabu, 24 Mei 2006 14:12 WIB
Semarang - Kejadian sadis menimpa 2 awak Kapal Shueen Jen Yu asal Taiwan. Kapal mereka dirampok ABK-nya sendiri. Akibatnya, seorang KKM (Kepala Kamar Mesin) terkatung-katung selama 20-an hari di laut dan sang nakhoda dilaporkan dibunuh. Kejadian itu terungkap setelah satu ABK asal Taiwan yang selamat, Tan Cian Siang, melapor ke Direktorat Kepolisian Air dan Laut (Polairud) Polda Jateng, Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Rabu (24/6/2006). Dia menyatakan, nakhoda bernama Tan Tian Bo tewas dibunuh di perairan Solomon oleh ABK asal Indonesia dan jasadnya dibuang ke laut. Untuk memahami cerita Tan Cian Siang, petugas kepolisian dibantu oleh penerjemah, Bianto. Menurut Tan Cian Siang, kapal mereka berangkat dari kepulauan Taiwan pada 2 Mei lalu menuju Fiji dan Indonesia. Kapal mengangkut 2 ABK asal Taiwan (termasuk Tan Cian Siang) dan 12 orang asal Indonesia. Sehari setelah berlayar, tiba-tiba saja nakhoda menghilang. Namun perjalanan tetap dilanjutkan karena ada seorang yang mampu menyetir. Kemudian, Tan Cian Siang mendengar kabar bahwa nakhoda dibunuh dan jasadnya dilempar ke laut. "Seingat saya, kejadian itu terjadi di perairan Solomon. Setelah itu, awak asal Indonesia turun entah di mana," kata Tan Cian Siang sebagaimana ditirukan Bianto. Tan Cian Siang yang terlihat lemah saat melapor ke polisi mengaku terkatung-katung selama 20 hari di laut. Akhirnya, ia masuk ke Laut Jawa dan terdampar di sekitar Karimunjawa, Jepara. Di tempat itulah ia mengungkapkan kejadian yang ia alami. "Sepertinya, kapal kami dirampok. Beberapa barang di kapal hilang," kata Tan Cian Siang singkat. Petugas Polairud Polda Jateng segera menjemput kapal bernomor CT 4-2857 itu di Jepara dan menariknya ke Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Saat ini, Tan Cian Siang berada di markas Polairut Polda Jateng untuk pemeriksaan dan pemulihan kesehatan. Semantara, petugas menerjunkan beberapa tim untuk mencari jasad nakhoda naas itu dan memburu ABK yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut.
(nrl/)











































