Masyarakat Kuker Minta KPK Usut Korupsi Bupati Syaukani
Rabu, 24 Mei 2006 12:38 WIB
Jakarta -
Bupati Kutai Kertanegara (Kuker) Syaukani HR digoyang 200 orang dari Forum Masyarakat Demokrasi Kutai (FMDK). FMDK meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut korupsi Rp 2,7 triliun yang diduga dilakukan Syaukani.Dalam aksi di depan kantor KPK, Jl Veteran III, Jakarta, Rabu (24/5/2006), massa melakukan orasi dan membawa sejumlah spanduk. Spanduk itu antara lain bertuliskan "Syaukani penjahat uang rakyat" dan "Syaukani raja koruptor, turun!"Syaukani dituding menilep dana sejumlah proyek. Proyek tersebut antara lain dana pembangunan desa dalam APBD 2002-2004 yang belum direalisasikan sebesar Rp 2 miliar tiap desa, dan proyek Jembatan Dayaku yang diduga ditilep Rp 1 triliun.Kemudian pembebasan lahan untuk Bandara Lou Kulu, Kutai, yang diduga di-mark up Rp 6,47 miliar, serta pengadaan interior dan furnitur kediaman bupati sebesar Rp 43 miliar.Aksi menyebabkan jalan Veteran III yang satu arah ini menjadi macet. Kendaraan hanya disisakan satu lajur untuk lewat. Sebanyak 20 polisi dari Polres Jakarta Pusat menjaga aksi ini.Saat detikcom bertanya, 5 peserta aksi mengaku sebagai massa pendukung Gubernur Kalimantan Timur Suwarna AS. Suwarna tengah diusut KPK terkait dugaan korupsi konsesi ribuan hektar lahan kelapa sawit.Informasi menyebutkan, Syaukani dan Suwarna tengah bersaing memperebutkan kursi gubernur dalam Pilkada Kaltim. Itu sebabnya massa Suwarna hari ini meminta KPK mengusut Syaukani. Selasa kemarin massa Syaukani mendatangi KPK untuk meminta kasus dugaan korupsi Suwarna diusut.Namun hal ini dibantah koordinator aksi FMDK, Dadang. "Tidak ada massa Suwarna. Kami murni masyarakat Kutai dan gabungan lainnya," elak Dadang.
(fay/)










































