WHO: Flu Burung di Karo Mungkin Kasus Penularan Antarmanusia
Rabu, 24 Mei 2006 09:23 WIB
Jenewa - Kematian satu keluarga di Karo, Sumatra Utara, akibat virus flu burung mengundang kekhawatiran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut badan kesehatan PBB itu, salah seorang korban kemungkinan terjangkit virus mematikan itu secara langsung melalui penularan antarmanusia.Korban yang dimaksud adalah seorang pria berusia 32 tahun yang meninggal akibat flu burung setelah merawat anak laki-lakinya yang sakit."Ayah tersebut sangat terlibat dalam perawatan putranya, dan kontak ini dianggap sebagai kemungkinan sumber penularan," demikian pernyataan WHO dalam statemen yang diposting di situsnya."Kasus ini merupakan bagian dari kluster keluarga di Desa Kubu Simbelang, Karo, Sumatra Utara," demikian WHO seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (24/5/2006).Dalam kasus tersebut, virus flu burung telah menewaskan enam orang dalam satu keluarga. WHO menyatakan, pihaknya masih terus menyelidiki sumber wabah virus tersebut.Para investigator WHO mengalami kesulitan dalam mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi di Karo. "Meski penyelidikan masih terus berlangsung, temuan awal mengindikasikan bahwa tiga dari kasus yang sudah dipastikan, pada 29 April lalu tidur bersama di satu ruang kecil dengan penderita pertama yang saat itu masih mengalami gejala-gejala dan sering batuk-batuk," kata WHO dalam statemennya."Meski penularan antarmanusia tidak bisa dikesampingkan, pencarian sumber-sumber alternatif penularan masih terus berlanjut," imbuh WHO.WHO menyatakan, jika kasus itu benar-benar merupakan penularan orang ke orang, maka ini bukan yang pertama kali terjadi. WHO yakin, beberapa kasus penularan antarmanusia telah terjadi sebelumnya di negara-negara lain. Namun sama halnya seperti kasus di Indonesia, penularan seperti itu tidak berlangsung terus-menerus. WHO juga menekankan, virus itu sejauh ini belum menyebar antarmanusia dengan gampang.
(ita/)











































