Dibubarkan Warga, Remaja Mau Tawuran di Tangerang Kabur Tinggalkan Motor

Nahda Rizki Utami - detikNews
Sabtu, 02 Apr 2022 13:44 WIB
Warga mengamankan motor kelompok tawuran yang ditinggal pelaku di Tangerang
Warga mengamankan motor kelompok tawuran yang ditinggal pelaku di Tangerang. (Foto: dok. Istimewa)
Tangerang -

Warga membubarkan tawuran remaja di Jl Haji Dirin, Ciledug, Kota Tangerang. Para remaja kocar-kacir hingga meninggalkan motornya di lokasi.

Seorang warga, Apit Gunawan, mengatakan tawuran itu terjadi pada Sabtu (2/4/2022) sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu ada sekitar 10 remaja yang hendak tawuran berteriak-teriak dan memancing keributan.

"Sebelum para remaja tersebut ingin melakukan aksi tawuran, mereka berkumpul di salah satu titik (ruko). Entah remaja tersebut mabuk atau tidak, mereka membuat keributan dengan berteriak-teriak seolah-olah ingin memancing keributan," kata Apit saat dihubungi, Sabtu (2/4/2022).

Saat itu warga memantau dan membubarkan para remaja yang hendak tawuran. Para remaja itu akhirnya kabur dan meninggalkan motornya.

"Dari teriakan itu warga sudah melihat, namun hanya memantau saja. Nah, ketika mereka hendak mau tawuran, warga sigap membubarkan. Beberapa motor pelaku tertinggal," jelas Apit.

Sampai akhirnya salah satu remaja menghampiri warga untuk mengambil motornya. Dia pun mengakui ingin melakukan aksi tawuran.

"Setelah beberapa saat, setelah itu ada salah satu pelaku yang menghampiri warga dan ingin mengambil motor itu dan ternyata memang benar dia ingin melakukan tawuran," ujar Apit.

"Remaja itu pun hendak melakukan aksi tawuran tersebut sudah janjian melalui medsos. Ketika hendak diminta HP-nya oleh pihak kepolisian, kedua remaja tersebut mengaku tidak punya HP," tambahnya.

Ada tiga motor yang saat itu ditinggal oleh kelompok tawuran. Saat ini motor tersebut sudah dikembalikan kepada anak-anak tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Ciledug Kompol Poltar L Gaol membenarkan adanya kejadian ini. Poltar mengatakan pihaknya sedang mendalami kasus ini.

"Iya, iya. Kita coba kita sedang dalami. Nanti kita infokan lagi," jelas Poltar.

(mea/mea)