ADVERTISEMENT

Curi Emas Mahar Pengantin Baru, Wanita di Aceh Ditangkap Polisi

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 01 Apr 2022 16:29 WIB
Perhiasan dalam bentuk cincin emas dan batu permata. detikfoto/dikhy sasra
Ilustrasi (Dikhy Sasra/detikcom)
Banda Aceh -

Seorang perempuan di Banda Aceh ditangkap polisi karena diduga mencuri emas 25 mayam. Emas yang dicuri AZ (30) milik pengantin yang baru akad nikah.

"Pelaku adalah tenaga kontrak di salah satu instansi pemerintah. Dia sudah beberapa kali mencuri emas dengan modus yang sama," kata Kasat Kasat Reskrim Kompol M Ryan Citra Yudha, Jumat (1/4/2022).

Kasus pencurian emas itu bermula saat korban Umi Kalsum (50) menghadiri akad nikah anak kandungnya di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (30/3). Setelah akad nikah selesai, AZ, yang belum dikenal korban, mengajak korban segera pulang.

Korban disebut menuruti ajakan pelaku. Keduanya pulang ke rumah dengan menggunakan motor. Setiba di rumah, pihak keluarga meminta Umi memperlihatkan mahar emas milik anaknya.

Pelaku AZ ikut melihat ketika korban membuka kotak emas tersebut. Saat itu, tidak ada satu orang pun pihak keluarga yang curiga atas keberadaan pelaku.

Setelah melihat, korban kembali memasukkan emas seberat 25 mayam, yang terdiri atas gelang, kalung, dan cincin, itu ke dalam kotak. Untuk diketahui, satu mayam emas setara dengan 3,3 gram.

"Korban kemudian masuk ke kamar pengantin untuk menyimpan kotak emas di lemari dan diikuti AZ. Saat lemari dikunci, korban menyimpan kuncinya dalam tas yang diletakkan di bawah meja rias pengantin," ujar Ryan.

Menurut Ryan, korban keluar kamar namun AZ masih tetap berada di lokasi. Tak berapa lama berselang, AZ pamit pulang dan langsung pergi.

Setelah AZ pulang, baru pihak keluarga bertanya-tanya sosok perempuan tersebut. Ryan menjelaskan, saat itu tidak ada yang mengenal AZ.

"Korban kemudian melihat kunci sudah ada di lemari. Saat itulah, korban mengecek emas mahar milik anaknya yang disimpan dalam kotak telah hilang. Menurutnya, puluhan mayam tersebut telah dicuri oleh AZ, yang seolah-olah merupakan bagian dari keluarga di rumah tersebut," ujar Ryan.

Akibat pencurian emas ini, kata Ryan, korban mengalami kerugian sebesar Rp 80 juta. Setelah kejadian, korban membuat laporan ke Polresta Banda Aceh.

Ryan mengatakan, beberapa jam setelah kejadian, pelaku akhirnya ditangkap personel Satreskrim Polresta Banda Aceh. Dalam penangkapan, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 17,5 juta, gelang emas seberat empat mayam dan emas batangan UBS seberat 0,5 gram seharga Rp 500 ribu.

Setelah dilakukan pengembangan, polisi menciduk ZI, yang diduga membeli emas curian tersebut. Polisi menjadikan ZI sebagai saksi dalam kasus ini.

"Dari hasil pemeriksaan polisi, AZ mengakui telah mencuri emas milik korban sebanyak 25 mayam. Ia juga mengaku pernah mencuri lima mayam emas milik korban lain di Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, beberapa waktu lalu dengan menggunakan modus yang sama," ungkap Ryan.

(agse/mud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT