Komplotan Pencuri Susu Diringkus

Komplotan Pencuri Susu Diringkus

- detikNews
Selasa, 23 Mei 2006 23:26 WIB
Jakarta - Apakah anda pernah mendengar mengenai komplotan pencuri susu? Komplotan ini dengan sebagian besar pelakunya wanita berkunjung ke setiap mini market untuk melakukan pencurian susu. Caranya dengan menyelipkan kotak susu itu di antara kedua pahanya.Kini komplotan pencuri susu yang berjumlah 7 orang ini berhasil ditangkap Polda Metro Jaya. Dalam komplotan ini 5 dari 7 anggotanya adalah wanita. Kelima wanita itu adalah Sumaenah alias Sum binti Amin (33), Titin bin Toyib (51), Sumini alias Weni binti Giman (37), Rutiah (21) dan Siti Wahyuni (37). Sedangkan dua pelaku laki-laki adalah Solikin alias Akhin bin Asmad (35) dan Andri (36). Menurut Kasat Jatanras AKBP Firli Bahuri, dalam melakukan aksinya 5 orang wanita ini mempunyai tugas masing-masing. Ada yang bertugas mengalihkan perhatian dengan cara mengajak ngobrol penjaga toko dan ada juga yang melakukan pencurian. Dalam aksinya, para wanita ini mengenakan rok panjang dengan baju yang longgar. Kotak susu yang ada di mini market itu diselipkan di antara kedua pahanya. Lalu dengan jalan perlahan-lahan mereka keluar dari toko tersebut. "Penjaga toko terkecoh dengan kelembutan para wanita itu," kata Firli di kantornya, Polda Metro Jaya, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2006). Sedangkan diluar, 2 pria sudah menunggu dengan menggunakan 2 unit mobil Suzuki Carry yang disewa seharga Rp 150 ribu/hari. Setelah berhasil mengutil barang curiannya, kelima wanita ini langsung menyetorkan kepada dua pria tersebut. Namun, pada Rabu (17/5/2006) kemarin, para pelaku berhasil diringkus di toko Alfa Mart Tanggerang dengan barang bukti berupa puluhan bungkus susu dengan berbagai merk, seperti Dancow, Laktogen, Anlene, Diabetasol dan Sustagen.Firli menjelaskan, ketujuh pelaku itu sudah puluhan kali melakukan aksi serupa di beberapa mini market yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya. Barang-barang yang dicuri kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih murah dibandingkan di pasaran."Mulanya beraksi sendiri-sendiri, karena tergiur hasil yang lebih besar akhirnya bergabung," kata Firli. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads